Suara.com - Kanker merupakan salah satu masalah kesehatan yang mematikan. Tapi, ada langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah kanker, seperti olahraga pagi.
Olahraga pagi bisa membantu mengatur fluktuasi hormon. Karena hormon-hormon ini terkait dengan risiko kanker tertentu, sehingga menjaganya tetap stabil bisa mengurangi risiko kanker.
Menurut sebuah penelitian, olahraga pagi antara jam 8 pagi hingga 10 pagi membantu mencegah kanker dengan mengatur fluktuasi hormon sepanjang hari.
Pada 2020, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Cancer menyelidiki hubungan antara waktu olahraga dan risiko kanker.
Hasil temuan menunjukkan bahwa orang yang olahraga di pagi hari mungkin berisiko lebih rendah terkena kanker, dibandingkan mereka yang olahraga di sore hari.
Hasil ini didasarkan pada temuan bahwa olahraga pagi dikaitkan dengan risiko kanker payudara 25 persen lebih rendah.
Olahraga pagi juga bisa menurunkan risiko kanker prostat hingga 27 persen. Namun temuan ini juga menyoroti bahwa berolahraga di malam hari menurunkan risiko kanker prostat sebesar 25 persen.
Sejak lama olahraga sangat penting untuk mencegah kanker, karena membantu mengontrol berat badan dan mengurangi hormon seks atau insulin, serta memperkuat sistem kekebalan tubuh.
Dengan demikian, olahraga dapat menawarkan perlindungan terhadap 13 jenis kanker yang berbeda.
Baca Juga: Waspada! Kanker Tenggorokan dan Amandel Berkaitan Erat dengan Seks Oral
Pengurangan risiko kanker payudara dari olahraga dini diyakini terkait dengan produksi estrogen, yang paling aktif sekitar jam 7 pagi.
Tingkat hormon estrogen yang lebih tinggi telah dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terkena kanker payudara.
Para peneliti juga menduga bahwa melatonin mungkin memainkan peran penting, karena hormon alami yang diproduksi di kelenjar pineal ini yang menurunkan risiko kanker.
Teori ini didasarkan pada bukti bahwa produksi melatonin terhambat ketika olahraga dilakukan di kemudian hari.
NHS menyarankan semua orang perlu olahraga setidaknya 150 menit intensitas sedang seminggu atau 75 menit intensitas kuat seminggu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah
-
Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress
-
Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama
-
Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat