Suara.com - Saat awal kontrol kehamilan, dokter atau bidan biasanya akan bertanya tentang riwayat menstruasi ibu hamil. Tanggal itu penting tidak hanya untuk menghtung usia janin, tapi juga hari perkiraan lahir (HPL) bayi.
HPL bisa ditentukan secara detail mulai dari tanggal, bulan, dan tahunnya. Meski begitu, waktu tersebut tetap hanya perkiraan. Sehingga bisa jadi beberapa hari lebih cepat atau lebih lambat dari HPL.
"HPL ini bukan berarti hari pasti lahir, hanya perkiraan saja. Artinya kalau mungkin misalkan itu nanti mundur atau maju sebenarnya masih hal yang wajar," kata dokter umum dr. Jeffry Kristiawan, dikutip dari kanal YouTube Tanyakan Dokter.
Persalinan mundur dari HPL masih dianggap normal apabila hanya terlewat beberapa hari. Namun, apabila mundurnya mencapai satu hingga dua minggu, perlundilakukan pemeriksaan kondisi janin.
"HPL ini bisa diketahui dengan beberapa cara, salah satunya bisa dengan hitung-hitungan. Makanya biasanya kalau kontrol pertama kali ke dokter pasti ditanya riwayat menstruasi, hari pertama, hari terakhirnya kapan. Karena di situ nanti kita bisa hitung pakai rumus, namanya rumus Neagel," jelasnya.
Ibu perlu tahu kapan riwayat menstruasinya berakhir. Sebab, HPL bisa dihitung berdasarkan HPHT atau waktu yang mengacu pada hari pertama ketika menstruasi ibu berakhir.
Setelah bisa memastikan itu, bisa dihitung dengan rumus tanggal HPHT ditambahkan 7, bulannya dikurangin 3, dan tahunnya ditambahkan satu
"Misalnya HPHT kalian sekitar tanggal 10 bulan Juni 2021. Kemudian, (tanggal) tambah 7 berarti perkiranya tanggal 17. Tadi kan Juni, kita hitung mundur 3 bulan jadi perkiraan ya tanggal 17 Maret. Tahunnya ditambahkan satu, jadi 2022. Perkiranya seperti itu, jadi itu cukup akurat sebenarnya," ujarnya.
Selain memghirung secara manual, HPL juga bisa ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan USG. Tetapi, menurut dokter Jeffry, hasilnya bisa saja berbeda. Karena HPL dari pemeriksaan USG juga ditentukan dengan ukuran janin.
Baca Juga: Doa Ibu Hamil 4 Bulan agar Diberi Keselamatan dan Keberkahan dari Allah
"Ketika USG di trimester kedua atau ketiga kadang-kadang HPL ini bisa mundur atau mungkin maju dari hitungan sebelumnya. Makanya kalau pakai HPL dari USG lebih akurat ketika masih hamil di trimester pertama, yaitu tanggal berapa dicatat aja. Kadang-kadang di trimester kedua, ketiga itu bisa berubah-berubah karena berdasarkan ukuran janin yang diukur pada waktu itu," paparnya.
Berita Terkait
-
Kenapa Indonesia Butuh Susu Ibu Hamil, tapi Negara Lain Tidak?
-
Mandi Makin Nyaman: 5 Rekomendasi Body Wash Aman untuk Bumil
-
Viral Ibu Hamil Meninggal, Kontraksi Disebut Asam Lambung oleh Rumah Sakit di Aceh
-
Mudik saat Hamil? Ini 6 Tips Penting agar Perjalanan Tetap Aman dan Nyaman!
-
10 Menu Buka Puasa Ibu Hamil, Baik untuk Kesehatan dan Perkembangan Janin
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS