Suara.com - Kurang tidur dapat mempengaruhi psikologis seseorang. Penelitian terbaru menemukan bahwa seseorang bisa saja menjadi egois karena waktu istirahat malamnya kurang berkualitas.
Para peneliti di Universitas California, Berkeley, lakukan tiga eksperimen berbeda dan menemukan bahwa kurang tidur dapat memengaruhi cara manusia memperlakukan orang lain. Studi yang diterbitkan di jurnal PLOS Biology itu mencatat efek egois yang mengubah perilaku karena kurang tidur.
CDC Amerika Serikat mencatat bahwa orang dewasa membutuhkan setidaknya tujuh jam tidur setiap malam. Namun, lebih dari 30 persen orang Amerika melaporkan tdur lebih singkat dari itu.
Eksperimen pertama ditemukan bahwa kurang tidur satu jam saja telah mempengaruhi secara signifikan terhadap perilaku seseorang. Peneliti menemukan, orang-orang yang kurang tidur, meskipun hanya 1 jam, megurangi jumlah amalnya hingga 10 persen.
Dalam percobaan kedua, para peneliti menganalisis aktivitas neurologis peserta yang tidur delapan jam sebelum membandingkan aktivitas otak mereka setelah tidak tidur sama sekali. Area otak yang paling terpengaruh berhubungan dengan kemampuan individu untuk menunjukkan empati kepada sesama manusia.
Tes terakhir yang dilakukan para ilmuwan mengamati kualitas tidur lebih dari 100 peserta selama 3-4 malam. Dalam studi itu, para peneliti memperhatikan bahwa kualitas tidur pada akhirnya lebih penting daripada kuantitas dalam menentukan keegoisan seseorang.
Sebuah kuesioner dilaporkan diselesaikan oleh para peserta untuk menentukan berapa lama dan seberapa baik mereka tidur.
"Penelitian baru ini menunjukkan bahwa kurang tidur menurunkan tatanan masyarakat manusia itu sendiri. Bagaimana kita bersikap sebagai makhluk sosial tampaknya sangat bergantung pada seberapa banyak tidur yang kita dapatkan," kata rekan penulis studi Matthew Walker dalam sebuah pernyataan kepada Forbes.
Dari survei American Academy of Sleep Medicine pada Maret 2021 terhadap 2.006 orang dewasa ditemukan bahwa lebih dari 50 persen orang Amerika mengalami kesulitan tidur selama pandemi.
Baca Juga: 5 Tanda Kamu sedang Berhadapan dengan Orang Egois, Pendengar yang Buruk!
Di antara mereka yang mengalami gangguan tidur, keluhan yang paling umum seperti sulit tidur atau tetap tertidur, kemudian 46 persen responden kurang tidur di malam hari, dan 36 persen mengalami mimpi yang mengganggu.
Sebuah survei tahun 2016 juga ditemukan bahwa 68 persen orang dewasa di AS berjuang dengan tidur setidaknya sekali seminggu.
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
Terkini
-
Rahasia Mengapa Kepemimpinan Perempuan Jadi Kunci Sukses Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia
-
Siap-Siap Lari Sambil Menjelajahi Pesona Heritage dan Kuliner di Jantung Jawa Tengah
-
Time is Muscle: Pentingnya Respons Cepat saat Nyeri Dada untuk Mencegah Kerusakan Jantung
-
Jaga Gula Darah Seharian, Penderita Diabetes Wajib Atur Pola Makan
-
Menjaga Hidrasi Saat Puasa, Kunci Tetap Bugar di Tengah Aktivitas Ramadan
-
Puasa Ramadan Jadi Tantangan bagi Penderita Diabetes, Begini Cara Mengelolanya
-
Kulit Sensitif dan Rentan Iritasi, Bayi Butuh Perawatan Khusus Sejak Dini
-
Glaukoma Bisa Sebabkan Kebutaan Tanpa Gejala, Ini Hal-Hal yang Perlu Diketahui
-
Mengenal Operasi TAVI, Prosedur Jantung Modern Minimal Invasif yang Kini Hadir di Bali
-
Pentingnya Menjaga Kualitas Air Minum Isi Ulang agar Aman Dikonsumsi