Suara.com - Asam urat nyatanya masih menjadi masalah bagi banyak orang. Pada dasarnya, asam urat ditemukan pada berbagai macam makanan, baik di dalam daging maupun sayur-sayuran. Namun, jika kadar asam urat berlebihan, hal ini yang membuat tubuh akan mengalami gangguan.
Dokter sekaligus Konten Kreator, dr. Ema Surya Pertiwi mengatakan, kelebihan asam urat dapat menyebabkan munculnya berbagai gejala yang dialami. Beberapa gejala yang sering muncul akibat kelebihan asam urat seperti nyeri pada kaki, linu pada sendi, dan lain-lain.
Meski demikian, asam urat bisa diturunkan melalui makanan yang dikonsumsi orang tersebut. Dikutip dari kanal Youtube Emasuperr, berikut beberapa makanan yang dapat menurunkan produksi asam urat.
1. Seledri
Seledri menjadi makanan yang membantu untuk menurunkan produksi asam urat dalam tubuh. Makanan ini mengandung luteolin, 2N butifalat, beta selinene yang memberikan perlindungan dari peradangan atau bengkak pada asam urat.
Selain itu, dr. Ema menjelaskan, untuk mengonsumsi seledri yaitu sekitar 5 gram per kilogram berat badan. Mengonsumsi seledri juga dilakukan dua kali sehari selama satu minggu hingga kadar asam urat kembali normal.
2. Kunyit
Kunyit mengandung flexofytol yang membantu mengatasi peradangan karena asam urat. Dengan mengonsumsi kunyit, seperti jamu dapat membantu menurunkan rasa sakit peradangan akibat asam urat. Untuk kunyit, seseorang dapat mengonsumsinya sekitar 500 mg dua kali sehari.
3. Kayu manis
Baca Juga: Jarang Diketahui! Ternyata Manfaat Daun Tangkil Bisa Mengatasi Ini
Kayu manis seringkali dijadikan sebagai bahan perasa pada makanan. Rupanya, kayu manis dapat membantu menghambat katalis yang membentuk asam urat dalam tubuh. Minyak kayu manis dengan dosis 600 mg setara dengan obat allopurinol yang membantu menurunkan asam urat di area hati.
Kayu manis juga dipercaya dapat menjadi antiinflamasi pembengkakan sehingga membantu peradangan atau pembengkakan karena asam urat. Tidak hanya itu, kayu manis membantu menurunkan gula darah pada tubuh. Hal tersebut yang membantu menurunkan risiko degradasi purin yang menyebabkan pembentukan asam urat.
4. Pare
Pada beberapa negara di Asia, daun, biji, dan buah pare justru dijadikan obat tradisional untuk penyakit asam urat. Buah pare sendiri mengandung flavonoid, saponin, dan polifenol yang membantu menurunkan kadar asam urat dalam tubuh.
5. Jahe
Jahe dipercaya dapat meredakan nyeri peradangan akibat asam urat. Jahe mengandung gingerol, gingerdione, dan zingeron yang menjadi antiinflamasi untuk mencegah pembengkakan pada tubuh akibat asam urat.
Berita Terkait
-
Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan
-
6 Buah untuk Turunkan Asam Urat Tinggi Pasca Lebaran secara Alami, Konsumsi Rutin
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan
-
Tes Kesehatan di Rumah Makin Gampang: Nggak Perlu Kode-Kodean Lagi!
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?