Suara.com - Sistem kesehatan Amerika Serikat tengah kewalahan akibat wabah penyakit menular yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
Setelah Covid-19, AS juga dilanda wabah cacar monyet, polio, dan influenza. Apa aja dampaknya bagi sistem kesehatan?
Laporan CNN menyebut berbagai wabah itu diprediksi merebak di AS pada musim gugur tahun ini dan sejumlah pakar publik mengatakan masih belum jelas apakah departemen kesehatan AS memiliki pendanaan cukup untuk merampungkan tugas itu.
"Sementara pemerintah federal akan memfasilitasi penyediaan inokulasi ke negara-negara bagian, sebanyak 2.820 departemen kesehatan negara bagian dan lokal akan menjadi ujung tombak pekerjaan dalam pemberian vaksinasi tersebut," demikian dikutip dari ANTARA.
Setelah hampir tiga tahun berjuang melawan keraguan vaksin, politik, dan pandemi global; banyak tenaga kesehatan masyarakat AS merasa putus asa dan melepas pekerjaan mereka. Satu dari empat pemimpin departemen kesehatan AS mengundurkan diri dari pekerjaannya.
"Saat ini, lembaga-lembaga yang telah kelelahan itu diminta untuk mengatasi sejumlah ancaman baru seperti cacar monyet tanpa pendanaan tambahan guna menanganinya," imbuh artikel itu.
Selain itu, keraguan vaksin meningkat di AS, dipicu oleh misinformasi di media sosial. Sebanyak 19 persen warga AS menolak vaksin COVID-19 dari berbagai produk.
Cacar Monyet Mengincar Hewan Peliharaan
Melansir laman News18, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikta telah menerapkan kepada para pasien cacar monyet untuk menjauhi hewan peliharaan. Hal ini karena di dalam jurnal medis Lancet, yaitu laporan di Prancis mengungkapkan seekor anjing greyhound Italia tertular virus.
Baca Juga: Bikin 84 Jatuh Sakit, 8 Orang Gagal Ginjal, CDC Seliidiki Restoran Wendy's Terkait Wabah E.coli
Dikatakan, anjing tersebut tidur bersama kedua pria yang terinfeksi cacar monyet pasca berhubungan seks dengan pasangan lainnya. Kondisi tersebut menyebabkan kedua pria tersebut mengalami lesi dan gejala lainnya.
Tidak hanya itu, kondisi itu juga menyebabkan anjing greyhound tersebut mengembangkan gejala yang sama seperti virus cacar monyet. Kondisi ini sendiri yang juga dikatakan sebagai laporan pertama cacar monyet pada hewan peliharaan seperti anjing dan kucing.
Oleh karena itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat mengatakan, hewan peliharaan yang melakukan kontak dengan pasien cacar monyet harus melakukan isolasi di tempat yang jauh dari manusia dan binatang lainnya.
Kondisi ini juga dilakukan selama 21 hari setelah kontak terakhir dengan pasien cacar monyet tersebut.
Selain itu, orang-orang yang mengalami gejala atau ditetapkan sebagai cacar monyet juga harus menjaga kontak dengan hewan peliharaan. Hal ini karena kontak tersebut dapat berisiko menularkan juga kepada hewan peliharaan.
Berita Terkait
-
Hantavirus Ternyata Sudah Muncul di Indonesia, 23 Kasus Terdeteksi dalam Dua Tahun Terakhir
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Waspadai Hantavirus, DPR Desak Pemerintah Perketat Bandara dan Pelabuhan
-
Ancaman Hantavirus! 3 Warga Kanada Dikarantina Usai Wabah Renggut 3 Nyawa di MV Hondius
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia