Suara.com - Ancaman kesehatan paru-paru kembali hadir dalam bentuk lain, yang disebut dengan popcorn lung. Mengetahui apa itu popcorn lung agaknya menjadi penting, karena penyakit ini berkaitan dengan kebiasaan yang banyak dilakukan masyarakat kekinian.
Apa Itu Popcorn Lung?
Juga dikenal dengan istilah lain paru-paru popcorn, merupakan salah satu kondisi ketika saluran udara terkecil di dalam paru-paru yang disebut bronkiolus mengalami penyempitan akibat munculnya luka.
Bagian ini sendiri memiliki tugas guna mengendalikan jumlah udara yang keluar dan masuk ketika proses pernapasan terjadi. Maka dari itu, kondisi popcorn lung masuk dalam kondisi yang wajib diwaspadai, sebab secara langsung dapat memicu sesak napas pada penderitanya.
Sesak napas sendiri akan terjadi ketika saluran menyempit, dan pertukaran oksigen dan karbon dioksida tidak terjadi. Jelas, hal ini sifatnya sudah berbahaya. Kondisi ini tidak terjadi dengan sendirinya, namun memiliki penyebab dan risiko yang cukup jelas.
Risiko dan Penyebab Popcorn Lung
Disebut popcorn, sebab pemicu utama dari kondisi ini adalah zat yang sama dengan apa yang digunakan dalam memproduksi makanan seperti popcorn dan karamel. Diketahui bahwa penyakit ini pertama kali terdeteksi pada pekerja di pabrik popcorn.
Zat ini sendiri, selain ditemukan pada produksi popcorn, juga ditemukan dalam cairan yang digunakan oleh pengguna vape atau rokok elektrik. Adanya bahan kimia diacetyl di dalam cairan yang digunakan akan berdampak bahaya, terlebih ketika cairan ini dipanaskan.
Pada cairan atau liquid vape sendiri, kandungan ini digunakan untuk menambah aroma pada asap yang dihembuskan dan rasa yang dinikmati penggunanya. Pada laman resmi p2ptm.kemkes.go.id disebutkan secara jelas, cairan rokok elektronik mengandung penambah rasa diasetil. Zat tersebut ditambahkan ke dalam makanan untuk menghasilkan rasa mentega.
Baca Juga: Mie Sedaap Ditarik dari Peredaran di Malaysia, Simak 4 Fakta Etilen Oksida: Untuk Racun Serangga?
Zat ini lebih berbahaya jika dipanaskan dan dihirup. Ketika dihirup dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan penyakit paru.
Kenali Gejalanya
Ada beberapa gejala yang muncul dan bisa diamati untuk Anda atau lingkungan yang rentan pada risiko penyakit ini. Antara lain adalah:
- Mengalami kelelahan parah
- Mengalami batuk kering
- Mengalami mengi atau napas yang berbunyi lirih
- Napas tidak teratur
- Mulai merasakan sesak napas
- Muncul gangguan kulit, mata, mulut, hingga hidung
Ketika gejala ini mulai dirasakan, ada baiknya Anda segera menghubungi dokter atau rumah sakit untuk memeriksakan diri.
Adakah Cara Pengobatannya?
Salah satu cara efektif untuk melakukan pengobatan adalah mengurangi secara signifikan paparan pada zat diasetil yang menjadi penyebab utama dari penyakit tersebut. Pemeriksaan dini wajib dilakukan untuk segera mengetahui kondisi, dan apa yang sebenarnya pemicu penyakit ini.
Obat steroid atau antibiotik mungkin saja diberikan guna melawan peradangan atau infeksi pernapasan yang terjadi. Selanjutnya, obat imunosupresif dapat memperlambat sistem kekebalan tubuh sehingga kerusakan lebih parah pada bronkiolus dapat dicegah.
Itu tadi sedikit uraian mengenai apa itu popcorn lung, semoga bermanfaat. Segera periksakan diri ke dokter untuk mengetahui kondisi Anda.
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
-
Birthday Blues, Ketika Rasa Sedih dan Cemas Muncul Menjelang Hari Ulang Tahun
-
Mie Sedaap Ditarik dari Peredaran di Malaysia, Simak 4 Fakta Etilen Oksida: Untuk Racun Serangga?
-
Setelah Singapura dan Hong Kong, Kini Giliran Malaysia Tarik Mie Sedaap dari Peredaran
-
Apa Itu Asfiksia? Disebut Kapolri Jadi Penyebab Kematian Terbanyak di Tragedi Kanjuruhan
-
Industri Produk Tembakau Alternatif Lagi Dilema, Konsumen Tuntut Ini ke Pemerintah
Terpopuler
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
- 5 Pilihan Mesin Cuci 2 Tabung Paling Murah, Kualitas Awet dan Hemat Listrik
Pilihan
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
Terkini
-
Tantangan Pasien PJB: Ribuan Anak dari Luar Jawa Butuh Dukungan Lebih dari Sekadar Pengobatan
-
Gen Alpha Dijuluki Generasi Asbun, Dokter Ungkap Kaitannya dengan Gizi dan Mental Health
-
Indonesia Krisis Dokter Jantung Anak, Antrean Operasi Capai Lebih dari 4.000 Orang
-
Bandung Darurat Kualitas Udara dan Air! Ini Solusi Cerdas Jaga Kesehatan Keluarga di Rumah
-
Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026