Suara.com - Tidak hanya terjadi pada otak, stroke juga bisa terjadi pada mata. Stroke mata yang dalam istilah medis disebut oklusi arteri retina, bahkan bisa membuat pengidapnya terancam kebutaan.
Dokter mata Subspesialis Vitreo-retina JEC Eye Hospitals & Clinics, dr. Ferdiriva Hamzah, SpM(K) mengatakan penyebab stroke mata sama seperti stroke otak yaitu adanya penyumbatan di pembuluh darah, tapi pembuluh darah di mata yang bisa merusak makula.
Makula adalah daerah kecil yang ada di belakang retina dan terdiri dari sel penglihatan terbanyak di mata. Inilah sebabnya makula juga sering disebut sebagai pusat saraf mata karena kepadatannya yang tertinggi.
"Bayangkan kalau kita di bagian tengah pas melihat hitam gelap, itu benar-benar bikin produktivitas berkurang. Saat melihat objek detail, tiba-tiba hitam, itu stroke mata," ujar dokter yang akrab disapa dr. Ferdiriva dalam acara peluncuran JEC Macula Center di JEC Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (5/11/2022).
dr. Ferdiriva menjelaskan sama seperti stroke pada otak, stroke mata disebabkan karena pola hidup yang tidak sehat, seperti sudah memiliki gula darah tinggi, hipertensi (tekanan darah tinggi) hingga kadar kolesterol tinggi yang tidak terkontrol.
"Untuk mengobatinya perlu mengatasi komplikasi dari penyakit yang diderita pasien tersebut. Seperti ada hipertensi dan sebagainya yang harus diobati. Jadi percuma kalau kita obatin, kalau pasien darah tinggi nggak minum obat, yaudah jadi sia-sia," ungkap dr. Ferdiriva.
Sama seperti stroke otak, stroke mata juga perlu segera ditangani terlebih jika sudah terjadi pendarahan dan saraf matanya bengkak, maka perlu segera dilakukan tindakan seperti injeksi atau laser oleh spesialis bedah makula mata.
"Kalau misalnya ada penyakit ada central retina arterinya itu yang kesumbat, itu memang harus segera, karena jika tidak ditangani, jadi perlukaan permanen, jadi memang harus segera," jelasnya.
Ia menambahkan, serangan stroke mata bisa berulang jika tidak menjaga pola hidup sehat, dan saat serangan terjadi berulang maka yang terjadi risiko kerusakan mata bahkan kebutaan semakin besar.
Baca Juga: Ogah Bernasib Seperti Lukas Enembe Jelang Diperiksa KPK? Ini 3 Cara Cegah Serangan Stroke Berulang!
"Betul, ada risiko stroke mata berulang yang harus memang disuntik berkali-kali, dampaknya bisa kebutaan salah satunya untuk stroke mata," tutup dr. Ferdiriva.
Berita Terkait
-
Mengenal Susu Peptibren untuk Pasien Stroke, Lengkap dengan Cara Penyajian yang Benar
-
Cara Mencegah Stroke Sejak Dini dengan Langkah Sederhana, Yuk Pelajari!
-
Gangguan Irama Jantung Intai Anak Muda, Teknologi Ablasi Dinilai Makin Dibutuhkan
-
Dont Miss a Beat: Setiap Menit Berharga untuk Menyelamatkan Nyawa Pasien Aritmia dan Stroke
-
Terobosan Baru Atasi Kebutaan: Obat Faricimab Kurangi Suntikan Mata Hingga 75%!
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
- 4 Mobil Keluarga Bekas 50 Jutaan: Mesin Awet, Cocok Pemakaian Jangka Panjang
- 27 Kode Redeem FC Mobile 15 Januari 2026, Gaet Rudi Voller Pemain OVR 115
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Apa Itu Food Genomics, Diet Berbasis DNA yang Lagi Tren
-
Bosan Liburan Gitu-Gitu Aja? Yuk, Ajak Si Kecil Jadi Peracik Teh Cilik!
-
Menkes Tegaskan Kusta Bukan Kutukan: Sulit Menular, Bisa Sembuh, Fatalitas Hampir Nol
-
Kabar Gembira! Kusta Akan Diskrining Gratis Bareng Cek Kesehatan Nasional, Ini Rencananya
-
Era Baru Dunia Medis: Operasi Jarak Jauh Kini Bukan Lagi Sekadar Imajinasi
-
Angka Kematian Bayi Masih Tinggi, Menkes Dorong Program MMS bagi Ibu Hamil
-
Gaya Hidup Sedentari Tingkatkan Risiko Gangguan Muskuloskeletal, Fisioterapi Jadi Kunci Pencegahan
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas