Suara.com - Penyakit tidak menular (PTM) hingga saat ini masih menjadi perhatian bagi dunia kesehatan. Berbagai PTM seperti obesitas, diabetes, hipertensi, stroke, gagal ginjal, hingga serangan jantung hingga saat ini masih menjadi pembunuh nomor satu di Indonesia.
Tingginya angka PTM di Indonesia ini didorong karena adanya gaya hidup yang kurang sehat, salah satunya mengonsumsi minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK).
Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), persentase penduduk Indonesia yang mengalami obesitas meningkat dalam satu dekade terakhir. Pada 2017 data menunjukkan angka 10,5 persen. Namun, pada 2018 angka tersebut naik menjadi 21,8 persen.
Oleh karena itu, gaya hidup mengonsumsi MBDK ini menjadi perhatian karena bahan-bahan di dalamnya justru memberikan dampak yang tidak baik.
Menanggapi masalah tersebut, Chief of Policy and Research CISDI, Olivia Herlinda mengatakan, adanya kenaikan cukai pada MBDK perlu diterapkan. Menurutnya, dengan menaikkan cukai MBDK akan dapat menekan prevalensi PTM di Indonesia.
Olivia mengatakan, dengan naiknya cukai, ini akan membuat masyarakat mengurangkan konsumsi minuman berpemanis gula maupun buatan dalam kemasan.
“Cukai ini perlu diterapkan secara komprehensif dan serentak ke semua produk MBDK, baik yang berpemanis gula maupun berpemanis buatan, serta produk olahan siap saji. Ini akan mencegah masyarakat mengalihkan konsumsinya,” ucap Olivia dalam diskusi media yang dilaksanakan di Grand Sahid Jaya Hotel, Selasa (29/11/2022).
Kebijakan peningkatan cukai MBDK sebagai upaya penurunan prevalensi PTM ini juga telah diterapkan berbagai negara lainnya, di antaranya:
1. Amerika Serikat.
Baca Juga: Bea Cukai Semarang Dorong Ekspor PT Borine Technology Indonesia
Peningkatan cukai 20 persen MBDK di Amerika Serikat, diprediksi mampu menurunkan konsumsi masyarakat sebesar 24 persen.
2. Meksiko.
Negara satu ini berhasil menurunkan jumlah penurunan MBDK sebanyak 19 persen dengan penerapan kenaikan cukai.
3. Inggris.
Di Inggris, peningkatan cukai berhasil menurunkan kadar gula masyarakat sebesar 11 persen. Hal ini juga berpengaruh pada industri minuman yang mengatur ulang kadar gula di dalamnya sehingga lebih sehat dan aman bagi masyarakat.
Melihat penerapan di beberapa negara tersebut, yang menjadikan dasar adanya rencana kebijakan agar cukai MBDK dinaikkan. Dengan begitu, konsumsi masyarakat akan lebih berkurang, serta pengaruhnya dengan angka prevalensi PTM di Indonesia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak
-
Zero-Fluoroscopy, Solusi Minim Risiko Tangani Penyakit Jantung Bawaan Anak hingga Dewasa