Suara.com - Sunway Medical Centre terus berinovasi dalam memberikan layanan medis kepada pasiennya. Rumah sakit terkemuka ini berhasil melakukan lebih dari 1.000 operasi dengan bantuan robot di bidang ortopedi, ginekologi, urologi hingga bedah umum.
Sunway Medical Centre mendapatkan Sistem Bedah da Vinci Si yang sangat canggih pada tahun 2016 dan tambahan mesin terbaru mereka yaitu Sistem Bedah Generasi ke-4 da Vinci Xi adalah yang pertama dari jenisnya di negara tersebut ketika diluncurkan pada bulan Januari tahun ini.
Dengan teknologi bedahnya yang canggih, da Vinci Xi membuat operasi yang rumit menjadi lebih sederhana dan meningkatkan kinerja pembedahan. Hal ini memungkinkan ahli bedah Sunway Medical Centre untuk memiliki jangkauan gerak yang lebih luas dan penglihatan yang jauh lebih baik saat melakukan operasi.
Sunway Medical Centre terus menjadi yang terdepan dalam teknologi dengan mengakuisisi sistem bedah robotik tambahan yang canggih dan membuat sejarah dengan melakukan operasi penggantian sendi dengan perbantuan robot pertama di Malaysia pada tahun 2021. Sistem canggih ini memungkinkan Sunway Medical Centre berhasil melakukan lebih dari seribu prosedur yang dibantu robot dengan presisi yang lebih tinggi dan rasa sakit pasca operasi yang lebih sedikit untuk pasien mereka.
Managing Director of Sunway Healthcare Group, Dr Khoo Chow Huat menjelaskan, sejak pertama kali memperkenalkan sistem robotik ke dalam prosedur pembedahan, pihaknya selalu berupaya untuk merevolusi perawatan kesehatan Malaysia dengan mencari cara inovatif untuk meningkatkan pengalaman pasien sekaligus menjaga memprioritaskan kenyamanan dan kesejahteraan mereka.
"Kami sangat senang dan berterima kasih dengan seberapa jauh kami dapat membantu lebih dari seribu pasien dan kami berharap dapat membantu ribuan lainnya di masa yang akan datang," tuturnya.
Lebih jauh dia menjelaskan, generasi keempat da Vinci Surgical System menghadirkan banyak fungsi dibandingkan dengan tiga pendahulunya sebelumnya. Misalnya, arsitektur lengan instrumen overhead yang memungkinkan akses anatomi dari hampir semua posisi, dengan desain kemampuan untuk memasang endoskop ke salah satu dari keempat lengannya, serta lengan yang lebih kecil dan lebih tipis, disertai sambungan yang dirancang baru yang menawarkan rentang gerak yang luas.
Kelebihan generasi keempat ini pun diperlihatkan dalam demonstrasi ekslusif pengoperasian da Vinci Xi yang diselenggarakan di SunMed Convention Centre beberapa waktu lalu. Acara yang dihadiri oleh Dr. Khoo Chow Huat, sebagai Sunway Healthcare Group Managing Director (Rumah Sakit dan Healthcare Operations ), Dr. Seow Vei Ken - Chief Executive Officer Sunway Medical Centre dan Helen Ng Hoy Loon - General Manager of MIS (Minimally Invasive Surgery) Services and Robotic Surgery Sunway Medical Centre dengan tamu terhormat Dato’ Lau Beng Long – Presiden Sunway Healthcare Grup mempertunjukkan bagaimana pergerakan tangan ahli bedah yang diterjemahkan dengan mulus ke dalam lengan robot, memungkinkan sayatan yang tepat dan kontrol yang tingkat tinggi.
Sementara itu, Helen Ng Hoy Loon, General Manajer untuk Layanan MIS (Minimally Invasive Surgery) dan Pembedahan Robotik di Sunway Medical Centre memuji kemampuan sistem untuk menerapkan sayatan dan gerakan yang lebih kecil, dan lebih akurat dan konsisten, sehingga meminimalisasikan bekas luka dan mengurangi kehilangan darah selama operasi.
“Sistem Intelijen Tinggi ini memungkinkan ahli bedah kami memberikan pemulihan yang cepat dan perawatan yang nyaman kepada para pasien. Semakin sering kami menjalankan tindakan dengan teknologi robotik canggih ini, saya merasa semakin terdorong bahwa kami benar-benar menyediakan teknologi rumah sakit pintar terbaik bagi warga Malaysia untuk membantu mereka menjalani hidup mereka tanpa rasa sakit,” pujinya.
Sebagai informasi, selain da Vinci Xi, Sunway Medical Centre juga mengoperasikan sistem seperti Mako SmartRobotics dan ROSA Knee System yang digunakan untuk operasi pergantian lutut dan pinggul. Teknologi robotik ini menciptakan X-ray atau CT-derived, Modul 3D sendi yang memungkinkan ahli bedah merencanakan operasi sebelumnya. Melalui rencana pra-operasi ini, perangkat lunak (software) akan memandu ahli bedah di mana mereka harus memotong dan berapa banyak yang harus dipotong sebelum memasang implan.
Sistem robotik ini memungkinkan penempatan implan dengan akurasi yang lebih tinggi, pemotongan tulang yang lebih sedikit, perlindungan jaringan lunak yang lebih baik, kehilangan darah yang lebih sedikit, nyeri pasca operasi yang lebih sedikit, rawat inap yang lebih singkat, pemulihan yang lebih cepat, dan daya tahan jangka panjang dibandingkan dengan operasi konvensional.
Selain itu, SunMed memiliki Pusat Pasien Internasional (IPC) satu atap khusus yang menangani kebutuhan pasien internasional dengan membuktikan bantuan mulai dari penunjukan pasien, perkiraan biaya, juru bahasa dan pengaturan akomodasi hingga logistic transportasi dan lain-lain.
Berita Terkait
-
Alami Patah Tulang Hidung, Bek Persis Solo Eky Taufik Jalani Operasi dan Absen hingga Dua Pekan
-
Robot Humanoid Xiaomi CyberOne Belajar Main Drum
-
Libur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023, Polres Purwakarta Siapkan Ini
-
KPK dan Menteri Bintang Puspayoga; Perempuan Benteng Kokoh Pencegahan Korupsi
-
Edukasi Kopi Modern lewat Robot Barista
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit
-
Super Flu: Ancaman Baru yang Perlu Diwaspadai
-
3D Echocardiography: Teknologi Kunci untuk Diagnosis dan Penanganan Penyakit Jantung Bawaan
-
Diam-Diam Menggerogoti Penglihatan: Saat Penyakit Mata Datang Tanpa Gejala di Era Layar Digital
-
Virus Nipah Sudah Menyebar di Sejumlah Negara Asia, Belum Ada Obatnya