Suara.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) saat ini masih melarang konsumsi obat sirup terkait gangguan gagal ginjal anak, sebelum dipastikan masuk dalam daftar obat sirup aman BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan).
Kabar terbaru, BPOM merilis total 509 obat sirup aman yang bisa dikonsumsi anak saat sakit per 22 Desember 2022. Obat sirup dipastikan aman dari dietilen glikol (DEG) dan etilen glikol (EG) penyebab gagal ginjal akut anak.
Seperti diketahui, BPOM masih bekerja melakukan investigasi dan pemeriksaan ulang terhadap lebih dari 2.000 obat sirup anak penyebab gagal ginjal, yang beredar di pasaran.
Berdasarkan data registrasi BPOM, ditemukan tambahan 9 obat sirup yang tidak menggunakan 4 pelarut propilen glikol, polietilen glikol, sorbitol, dan gliserin alias gliserol.
"Sehingga saat ini terdapat total 177 produk sirup obat yang tidak menggunakan keempat pelarut, yang dinyatakan aman digunakan sepanjang sesuai aturan pakai," ujar BPOM melalui keterangan yang diterima suara.com, Kamis (22/12/2022).
Selain 177 produk obat sirup yang tidak menggunakan bahan pelarut pemicu gagal ginjal akut, BPOM sudah lebih dulu merilis 332 obat sirup yang beredar dipasarqn yang sudah diverifikasi ulang, dan dipastikan cemaran EG dan DEG tidak melebihi ambang batas atau lebih dari 0,1 persen.
Adapun verifikasi ulang dilakukan pemeriksaan laboratorium dari mulai bahan baku saat produksi obat hingga obat jadi yang siap dikonsumsi dan dipastikan aman dari cemaran EG dan DEG.
Adapun beberapa kriteria uji yang dilakukan yakni kualifikasi pemasok, pengujian bahan baku setiap kedatangan dan setiap wadah, metode pengujian yang mengikuti standar atau farmakope terkini, serta informasi lainnya yang diperlukan untuk pemastian mutu, keamanan, dan khasiat obat.
"Hasil verifikasi periode 30 November hingga 14 Desember 2022, terdapat tambahan 160 produk yang telah memenuhi ketentuan. Dengan demikian, BPOM menyatakan 332 produk sirup obat dari 38 Industri Farmasi (IF) telah memenuhi ketentuan dan aman digunakan sepanjang sesuai aturan pakai," tutup BPOM.
Baca Juga: Obat Tradisional Ilegal Berbahaya Bisa Terlihat Secara Kasat Mata? Ini Loh Tandanya!
Cek daftar 509 obat sirup aman dari DEG dan EG yang sudah bisa dikonsumsi untuk anak pada lampiran di bawah ini atau unduh lewat tautan berikut:
Lampiran I Daftar Obat Sirup Bebas EG dan DEG
Lampiran II Daftar Obat Sirup Bebas EG dan DEG
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga
-
Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental
-
Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026
-
Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat