Suara.com - Angka stunting Indonesia yang tinggi, masih menjadi permasalah bagi dunia kesehatan. Pasalnya, stunting sendiri akan berpengaruh pada kemampuan kognitif anak.
Stunting sendiri dapat terjadi karena kurangnya gizi bagi anak sehingga memengaruhi fisik dan fungsi kognitifnya. Hal ini juga sangat berkaitan dengan proses pertumbuhan dan pengembangan pada 1000 Hari Pertama Kehidupan.
Dokter Spesialis Anak, dr. Annisa Nur Aini, Sp.A, 1000 hari pertama menjadi waktu-waktu di mana pertumbuhan dan kembang anak untuk mendapat gizi yang baik. Menurut dr. Annisa, 1000 hari pertama kehidupan ini menjadi periode emas anak untuk berkembang.
Selain itu, 1000 hari pertama kehidupan juga memengaruhi berbagai organ dan sistem tubuh yang akan berpengaruh jangka panjang pada anak.
“Mengapa 1000 hari pertama kehidupan penting? Karena ini menjadi periode emas tumbuh kembang anak. terus di sini organ penting dan sistem tubuh anak mulai tumbuh dengan pesat. Jika ada gangguan ini akan berpengaruh pada jangka yang panjang,” ungkap dr. Annisa dalam acara talkshow kolaborasi 1000 Days Fund dan Momami, Rabu (21/12/2022).
Menurut dr. Annisa orang tua harus bisa memperhatikan tumbuh kembang anak pada masa-masa 1000 hari kehidupan. Pasalnya, ini akan memengaruhi beberapa bagian penting anak di antaranya sebagai berikut.
- Memengaruhi kematangan sistem imun anak.
- Memengaruhi perkembangan fisik.
- Memengaruhi perkembangan kognitif.
- Memengaruhi perkembangan organ metabolik.
- Memengaruhi kesehatan saluran cerna.
Berdasarkan keterangan dr. Annisa, ketika anak sudah mencapai usia 2 tahun, perkembangannya akan menjadi lambat alias tidak secepat sebelumnya. Ini juga yang membuat anak berperawakan pendek sehingga menjadi stunting.
Ketika anak sudah stunting ini akan memengaruhi fungsi kognitif yang dimilikinya. Oleh sebab itu, para orang tua harus bisa memperhatikan kebutuhan gizi anak pada 1000 hari pertama kehidupan.
Melihat pentingnya 1000 hari pertama kebutuhan, Momami berkolaborasi dengan 1000 Days Days Fund, guna membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya mereka yang anaknya mengalami stunting.
Baca Juga: Cegah Stunting, Korem 064/MY Kolaborasi dengan Pemprov Banten
Vice President Momami, Lina Paulina mengatakan, kolaborasi ini akan mendukung edukasi kepada masyarakat khususnya ibu-ibu di pedesaan yang masih minim pengetahuan mengenai stunting.
COO 1000 Days Fund, Velofa Theresia menambahkan, nantinya setiap masyarakat akan mendapatkan poster edukasi pencegahan stunting. Poster dibuat juga memfokuskan penggunaan gambar sehingga membantu masyarakat yang masih buta huruf.
“Kami akan membagikan poster dengan bantuan bidan dan kader je beberapa titik di Indonesia. Ini sebagai upaya kami mendukung pencegahan stunting dan memastikan anak-anak di Indonesia mendapatkan kualitas kesehatan terbaik,” jelas Theresia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien