Suara.com - Ria Ricis ragu saat akan membeli bunur MPASI instan untuk anaknya baby Moana. Selama 1,5 bulan memberikan makanan pendamping ASI untuk anaknya itu, Ricis mengaku selalu membuatnya sendiri di rumah.
"Tapi kita kan masih masak manual. Aku belum pernah sih masakin Moana instan," kata istri Teuku Ryan tersebut, dikutip dari videonya di kanal YouTube Ricis Official, Minggu (15/1/2023).
Saat itu, Ria Ricis dan Teuku Ryan sedang menjalankan tantangan untuk berbelanja makanan bayi berdasarkan setipa huruf nama anaknya, Moana. Saat memilih makanan berawalan huruf M, keduanya terpikir untuk membeli merek bubur instan bayi.
Tapi setelah melihat produk bubur instan tersebut, YouTuber 27 tahun itu ragu. Meski memasaknya memang lebih mudah hanya dengan diseduh dengan air hangat.
"Tapi boleh gak makan itu bayi? Tapi jangan sering-sering kali ya. Aku jadi bingung, guys," ucap Ricis.
"Kalau kalian termasuk yang instan atau buat langsung? Kalau kita tuh buat langsung. Tapi ini kan namanya challange ya, jadi beli aja lah," imbuhnya.
Pada akhirnya, Ricis mengambil satu kemasan dari bubur instan tersebut dan memasukannya ke keranjang belanja.
Produk kemasan instan makanan bayi itu disebut juga dengan MPASI komersial. Dikutip dari situs Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), MPASI komersial memang mengandung zat pengawet . Meski begitu, aman dikonsumsi bayi, dibuat dengan steril, dan memiliki kandungan makro dan mikronutrien yang sesuai kebutuhan nutrisi bayi.
Menurut IDAI, MPASI komersial juga ada manfaatnya untuk memenuhi kecukupan gizi dan nutrisi bayi.
Baca Juga: Ajak Moana Naik Jetski, Ria Ricis Akui Semua Demi Konten: Sekalian Dokumentasi
Misalnya, bayi berusia 6 bulan atau lebih memiliki kebutuhan asupan zat besi 11 mg/hari. ASI hanya menyuplai zat besi sekitar 2 mg sisanya harus didapatkan dari MPASI.
Makanan yang mengandung zat besi tinggi contohnya daging sapi, hati sapi atau ayam, dan ikan. Artinya, bayi harus mengonsumsi sekitar 400 gram daging sapi per hari untuk memenuhi kebutuhan zat besi harian.
Hal tersebut tentunya sangat sulit dilakukan karena kapasitas lambung bayi yang kecil disertai kemampuan ekonomi masyarakat yang tidak memadai. Oleh karena itu, dibutuhkan makanan yang difortifikasi kandungan vitamin dan mineralnya yaitu MPASI komersial atau susu formula.
Meski begitu, IDAI tetap menyarankan bahwa MPASI buatan sendiri di rumah tetap harus jadi pilihan utama. Kaena memiliki kekayaan tekstur, aroma, rasa, dan kandungan zat gizi yang lebih terjamin.
Keberagaman pangan saat bayi makan MPASI buatan sendiri juga akan memberikan pengalaman makan yang lebih kaya dan kemudahan dalam proses pembelajaran makan bayi selanjutnya. Namun, pada kondisi MPASI buatan sendiri tidak bisa diberikan, para ibu tidak perlu lagi takut untuk memberikan MPASI komersial.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan