Suara.com - Makanan jadi salah satu faktor penting dalam menentukan kualitas kesehatan tubuh. Kementerian Kesehatan juga telah memberikan anjuran konsumsi makanan gizi seimbang melalui kampanye Isi Piringku.
Anjuran tersebut mengarahkan masyarakat untuk mencukupi kebutuhan nutrisi harian secara lengkap dari karbohidrat, protein, lemak, serta vitamin dan mineral.
Namun, ruoanya masih ada anggapan di masyarakat bahwa dengan membiarkan anak konsumsi makanan kemasan apa pun bertujuan untuk 'melatih' tubuh agar kuat melawan serangan bakteri dan kuman saat dewasa. Benarkah anggapan tersebut secara medis?
Ketua Unit Kerja Koordinasi Gastro-Hepatologi IDAI Dr. dr. Muzal Kadim, Sp.A(K)., menjelaskan dalam artikel Tanya Dokter kali ini.
Membiarkan anak konsumsi apa pun dan jajan sembarangan untuk 'melatih' tubuhnya agar kuat apa benar, dok?
Guyonan itu tidak benar, dinamakan melatih itu tidak benar. Makanan anak itu memang berkembang, enzimnya juga tidak langsung sempurna. Dia baru akan berkembang setelah usia 3 tahun baru sudah menyerupai dewasa. Sementara belum 3 tahun, belum sempurna. Jadi ada makanan tidak bisa dicerna, kadang-kadang ada makanan tertentu yang terlalu pekat, terlalu banyak lemak, terlalu manis, apalagi zat tertentu agak berbahaya.
Bisakah sistem pencernaan anak 'dilatih' secara sehat agar kuat melawan penyakit?
Sebetulnya saluran cerna itu ajaib. Karena di dalam saluran cerna ada kemampuan secara cerdas. Misalnya, di usus bisa memilah mana yang berbahaya dan mana yang seharusnya bisa diambil. Kalau makanan harusnya bisa diambil, ada karbohidrat, protein, lemak. Jadi sistem tubuh secara cerdas dengan sel saraf bisa memilah.
kalau ada karbohidrat, dia akan keluar enzim karbohidrat. Kalau lemak akan keluar enzim lain. Itu tidak pernah keliru karena luar biasa ajaibnya. Kalau ada bahan yang tidak perlu apalagi berbahaya akan ditolak, seperti bakteri, virus itu ada kemampuan untuk itu ditolak. Ada sistem di pencernaan pada sel imun untuk menolak, ada proses pengeluaran lendir untuk menetralisir.
Baca Juga: 5 Fakta Menarik Pasar Kue Senen, Surganya Camilan Murah dan Enak
tapi kalau jumlahnya agak banyak akhirnya kemampuannya terbatas. Pada anak itu lebih terbatas lagi, jadi guyonan bahwa memberi makanan sembarangan untuk melatih tubuh itu tidak benar.
Tapi bolehkah anak jajan camilan dengan bumbu mengandung MSG?
Memang makanan sekarang banyak mengandung penyedap. Selama dia dalam kandungan tertentu, biasanya ada MSG, itu relatif masih aman kalau jumlahnya sedikit. Perisa pun kalau jumlahnya masih aman, seperti itu mendapatkan izin terlebih dahulu untuk keluarnya bubuk itu, bahannya sendiri sudah didaftarkan untuk membuat produk tersebut diperjualbelikan masih aman.
Tapi kalau misalnya terus-menerus dalam jumlah besar juga tidak dianjurkan. Terutama kalau bahan-bahan seperti itu bisa lebih banyak karsinogenik. Dalam jangka panjang, terus-menerus diberikan, apalagi kalau sudah ada campuran pengawet, yang kita khawatirkan misalnya mengandung boraks dalam jumlah sedikit, mengandung zat pewarna dalam jumlah sedikit, tapi terus-menerus, bertahun-tahun dikonsumsi, itu bisa menimbulkan sifat karsinogenik (menimbulkan kanker).
kita kan tidak tahu apakah penyebab kanker, mungkin salah satunya dalam bentuk kronik yang terus-menerus kontak pada anak remaja akhirnya setelah dewasa baru muncul gejalanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?
-
Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya
-
Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak
-
Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya