Suara.com - Seorang ibu menjadi viral di media sosial setelah memberi bayinya yang baru berusia 7 bulan kopi sachet. Hal ini pertama kali diunggah oleh akun TikTok @kayess9.
Dalam video yang beredar, ibu tersebut memperlihatkan dirinya yang tengah membuat kopi scahet, ia merobek kemasannya, menuangkannya ke gelas, lalu menyeduhkannya. Di sana juga terlihat sang bayi yang terlihat tak sabar untuk mencicipi minuman yang ibunya buat untuknya .
Setelah merapihkan posisi duduk sang bayi, ia mulai menyuapi kopi yang telah diseduhnya. Dari keterangan video, ibu tersebut mengungkap jika hal ini memengaruhi BAB bayinya, yang biasanya 10 kali sehari, setelah meminum kopi sachet bisa 9 kali sehari.
Menurutnya, kopi ini juga lebih baik dari susu kental manis, yang dia ungkap tak ada kandungan susunya. Sementara kopi yang diminum bayinya, menurut dia ada kandungan susunya.
"Bayi minum kopi G****** kan ada susunya dari pada dikasih susu F********** katanya nda ada susunya," tulisnya dalam video seperti Suara.com kutip Selasa (24/1/2023).
"Kemarin-kemarin bayi BAB 10x sehari, alhamdulillah sejak minum susu kopi sekarang dia BAB 9x sehari," tambah dia
Ternyata, bukan cuma perihal kopi saja yang menjadi sorotan. Pasalnya ibu tersebut juga mengunggah beberapa hal lain dari caranya mengurus bayinya. Hal ini dinilai mengejutkan dan membuat banyak warganet miris. Berikut sederet kontroversi perawatan ibu tersebut yang Suara.com rangkum.
Memberi Bayinya Susu Kental Manis Sejak Usia 4 Bulan
Dalam video lainnya, sang ibu bercerita jika bayinya sudah mencampur ASI dan susu formula sejak usianya setengah bulan. Sayangnya, kata dia, susu formula untuk bayi 0-6 bulan susah didapatkan di kawasan rumahnya.
Baca Juga: Sinopsis Bayi Ajaib: Film Remake Tahun 80an yang Tak Kalah Menyeramkan!
Sehingga saat usia 4 bulan, bayinya meminum susu kental manis sachet yang ia beli di warung, dengan harga Rp8 ribu per rencengnya.
"Saya mau cerita, ni bayi dari usia 1/2 bulan minum ASI dibantu susu SGM krn ASI nya ndak lancar. Di usia 4 bulan, dikasih Fr***n F**g (susu kental manis) yang 1 gantung itu 6 sachet harga 8 ribu bisa 1 hari 1 malem," tulisnya.
Sejak saat itu, kata sang ibu, bayinya tak pernah lagi meminum susu formula hingga saat ini usianya menginjak 7 bulan.
Makan Nasi Ayam Pedas
Bayi berusia 7 bulan memang sudah mulai MPASI, namun sang ibu memberikan nasi ayam pedas tanpa dihaluskan terlebih dahulu. Padahal, di usia tersebut, bayi seharusnya masih mengonsumsi makanan halus hingga nantinya naik tekstur yabg disesuaikan dengan usia.
"Alhamdulillah dapet ayam, bayi usia 7 bulan makan ayam pedas sama nasi. Tapi nda bisa ngunyah karena dia nda punya gigi kasihan dia cuma bisa telan," ucap dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia