Suara.com - Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menyoroti angka stunting di Indonesia yang masih terbilang tinggi. Untuk mengatasinya, ia meminta pada ayah untuk setop merokok. Loh, memang ada pengaruhnya?
Menkes Budi mengatakan angka stunting di Indonesia hingga saat ini masih berada pada 21,6 persen. Sementara itu, target dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), angka stunting di Indonesia harus bisa turun hingga 14 persen. Oleh sebab itu, Budi menegaskan, para orang tua serta pelaku kesehatan dapat membantu menurunkan angka stunting bersama-sama.
Salah satu hal yang ditekankan Budi untuk menurunkan angka stunting yaitu, dengan mengurangi rokok. Pasalnya, beberapa orang tua justru sering menghabiskan uangnya untuk rokok. Sementara kebutuhan anaknya akan protein hewani terlupakan.
Padahal, menurut Budi, protein hewani menjadi salah satu makanan yang sangat mudah dicari, terutama telur dan susu. Budi mengatakan, dengan membeli 1 kilogram telur, sudah bisa membantu pencegahan stunting pada anak.
“Stunting paling gampang dicari itu sebenarnya telur dan susu, telur harganya berubah-ubah 1 kilogram, ada yang 20 ribu, ada yang 19 ribu, atau naik 30 ribu. Itu kira-kira 16 butir, kita bisa beli itu untuk bayi sehari satu atau dua,” ucap Budi dalam Talk Show Protein Hewani Cegah Stunting: Isi Piringku, Alihkan Belanja Rokokmu! Kamis (9/2/2023).
Budi membandingkan dengan para ayah yang memilih membeli rokok dengan harga yang sama. itu dapat membuang-buang uang. Padahal ada kesempatan orang tua untuk membelikan telur kepada anaknya.
Ia menjelaskan, pada penelitian oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UI, dikatakan kalau orang tua lebih sering menghabiskan uangnya untuk beli rokok dibandingkan telur.
“Bapak-bapak merokok itu uangnya bisa 25 ribu misalnya, bisa dapat berapa batang. Jadi berdasarkan research yang dilakukan teman-teman FKM UI, uang yang dihabiskan untuk rokok keluarga dua atau tiga kali lipat dibandingkan beli telur. jadi bayangkan banyak balita kekurangan telur, tapi bapaknya ngerokok,” jelas Budi.
Budi berharap, para orang tua, khususnya para ayah bisa fokus terhadap kesehatan anak agar tidak terkena stunting. Ia menyarankan, para ayah dapat berhenti merokok dan uangnya dapat dialokasikan untuk membeli telur agar anaknya terhindar dari stunting.
Baca Juga: Dua Perempuan Terekam CCTV Curi 6 Boks Susu Disimpan di Rok, Netizen Heran: Jalannya Gimana?
“Ingetin bapaknya, apalagi punya balita. Jangan sampai anaknya stunting. Kan kita enggak pengen anak kita jadi anak yang enggak pinter. Berhentilah merokok dan uangnya dipake untuk beli telur,” tegas Budi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS