Suara.com - Tahukah Anda, puasa yang dilakukan dengan benar membuat proses pembuangan racun dalam tubuh atau detoksifikasi akan berjalan sempurna.
Detoksifikasi merupakan cara bagi tubuh untuk memperoleh gizi yang tepat dan memberikan tubuh kesempatan untuk melakukan pembuangan zat-zat beracun di dalamnya.
Pada dasarnya, tubuh sudah memiliki mekanismenya sendiri untuk menangani racun-racunnya dengan berkeringat, buang air kecil, dan buang air besar.
Beberapa cara tersebut merupakan detoks dari tubuh secara alami.
Nah, dengan berpuasa terutama selama Ramadhan, berbagai macam racun yang tersimpan dalam lemak akan terpecah, kemudian dikeluarkan oleh tubuh.
Tak hanya itu puasa juga akan meningkatkan hormon endorfin yang dikenal sebagai hormon kebahagiaan.
Dengan meningkatnya hormon ini, seseorang akan mengalami perbaikan kewaspadaan, kesehatan mental, maupun daya kognitif.
Agar proses detoksifikasi optimal, ada beberapa makanan yang direkomendasikan untuk dikonsumsi saat sahur dan atau buka puasa, antara lain:
1. Bayam
Bayam sangat baik untuk membantu mendetoksifikasi racun dari dalam tubuh.
Baca Juga: Habis Sahur Jangan Tidur, Waspadai 6 Penyakit yang Mengintai
Sayuran yang bisa membantu mengatasi anemia, meningkatkan metabolisme dan kekebalan tubuh dan menguatkan tulang dan gigi ini sangat baik disantap saat sahur dan atau buka puasa agar detoksifikasi tubuh berjalan lancar.
2. Brokoli
Brokoli juga bisa membantu merangsang proses detoksifikasi alami tubuh, karena tinggi antioksidan, sehingga bisa membantu membuang racun pemicu penyakit, memaksimalkan pembaruan sel, dan memelihara organ-organ penting dalam tubuh agar tetap sehat dan kuat.
3. Teh Hijau
Teh hijau juga tinggi antioksidan yang bermanfaat untuk membuang racun dalam tubuh akibat radikal bebas, sehingga efektif untuk membantu detoksifikasi tubuh.
4. Bawang Putih
Bawang putih mengandung allicin yang cukup tinggi, yaitu zat yang dapat membantu menjauhkan tubuh dari beragam jenis penyakit berbahaya.
Berita Terkait
-
6 Tips Menjaga Gigi dan Mulut Selama Puasa Biar Nafas Tetap Segar
-
Resep Sari Kurma Cocok untuk Penderita Asam Lambung Saat Berpuasa
-
Doyan Ngemil Keripik Kentang? Begini Tips Sehat Makan Camilan Tanpa Takut Gemuk
-
7 Tips Sehat Merayakan Hari Raya Idulfitri Bersama Keluarga, Nomor 1 Wajib Pakai Masker!
-
Jaga Kadar Gula Darah, Ini 5 Tips Sehat Rayakan Lebaran bagi Penderita Diabetes!
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?