Suara.com - Risiko paparan COVID-19 menghantui para orang dengan HIV (ODHIV) di masa pandemi. Di sisi lain, ODHIV tetap perlu mengunjungi rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya demi mendapatkan obat antiretroviral (ARV).
Untuk memastikan ODHIV tetap berobat di masa pandemi dan mengurangi jumlah kunjungan ke fasilitas kesehatan, sejak April 2020 diluncurkanlah program Jak-Anter oleh USAID EpiC Indonesia bekerja sama dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Jak-Anter merupakan layanan pengiriman obat ARV ke ODHIV yang tidak dapat mengunjungi fasilitas kesehatan. Kemitraan Dinas Kesehatan DKI Jakarta, EpiC Indonesia dan Good Doctor akan memperkuat program ini sehingga semakin dikenal dan dimanfaatkan oleh klien HIV-AIDS di DKI Jakarta.
Sebagai telemedicine pertama yang bekerja sama dengan EpiC Indonesia dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk memfasilitasi pelayanan kesehatan berbasis teknologi digital, PT Good Doctor Technology Indonesia (Good Doctor) dan USAID EpiC Indonesia telah menandatangani perjanjian kerja sama tentang penyediaan lini tambahan dalam pelayanan kesehatan untuk klien HIV/AIDS (ODHIV) melalui penggunaan aplikasi Good Doctor dan GrabHealth powered by Good Doctor.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan DKI, drg. Ani Ruspitawati, M.M. menyampaikant terima kasih kepada mitra-mitra dan tim yang bekerja keras untuk memastikan layanan pengantaran ARV dapat dikembangkan secara kolaboratif sehingga memenuhi kebutuhan klien HIV yang kita layani di DKI Jakarta.
"Pada awalnya Jak-Anter adalah sebuah layanan yang merupakan respons saat pandemi agar klien HIV tetap dapat melanjutkan pengobatan, semua proses harus dilakukan secara manual. Saat ini, kita meneruskan praktik pengantaran yang dilaksanakan saat pandemi untuk klien yang membutuhkan dan memenuhi syarat," tuturnya dalam keterangan yang diterima Suara.com.
Dalam acara yang sama, Project Director USAID EpiC Indonesia, Erlian Aditya mengatakan kerja sama dengan Good Doctor merupakan inovasi untuk menguatkan program HIV terutama di tingkat puskesmas di DKI Jakarta. Penguatan program ini merupakan kombinasi layanan pengiriman obat ARV yang sudah ada, yaitu Jak-Anter dengan layanan telekonsultasi yang keduanya dapat diakses klien HIV/AIDS melalui aplikasi Good Doctor.
"Kemudahan dan kenyamanan ini sebagai upaya agar klien tidak berhenti melakukan pengobatan dengan alasan apa pun. Keamanan dan kerahasiaan data mereka juga terjamin," terangnya.
Dalam acara penandatanganan itu, Head of Medical PT Good Doctor Technology Indonesia, dr. Adhiatma Gunawan mengapresiasi kepercayaan yang diberikan USAID EpiC Indonesia kepada timnya untuk memperkuat program HIV bagi masyarakat di DKI Jakarta.
"Kami yakin bahwa telemedicine dapat meningkatkan ketersediaan dan kualitas layanan untuk pencegahan dan pengobatan HIV sehingga semua klien terlayani dengan cepat, aman, dan nyaman. Kerja sama ini sekaligus menunjukkan bahwa sebagai bisnis kami sudah melaksanakan tanggung jawab kami untuk turut mengakhiri AIDS di Indonesia. Tanpa kesetaraan dalam menyediakan layanan pengobatan HIV/AIDS yang berkualitas untuk semua orang, target untuk mengakhiri AIDS pada 2030 akan sulit tercapai," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?