Suara.com - Thalasemia masih menjadi penyakit yang bermasalah di Indonesia. Pasalnya, jumlah kasus thalasemia di Indonesia hingga kini juga terbilang tinggi. Thalasemia sendiri merupakan penyakit kelainan darah yang dipicu oleh faktor genetik. Hal ini membuat penderita alami sakit karena keturunan dari orang tuanya.
UKK Hematologi Onkologi IDAI, Dr. dr Teny Tjitra Sari, SpAK, MPH mengatakan, pada pasien thalasemia akan ada risiko terjadinya perubahan fisik. Hal tersebut yang membuat faktor adanya diskriminasi yang muncul dari masyarakat. Sebab diskriminasi tersebut penderita thalasemia seringkali merasa minder dan rendah diri.
“Tadi disinggung bagaimana mereka mohon maaf kurang cantik gitu ya, karena mukanya khas gitu sehingga mereka (penderita) sering merasa minder dan rendah diri karena dianggap pesakitan,” ucap dr. Teny dalam konferensi pers Peringatan Hari Thalasemia Sedunia, Jumat (5/5/2023).
Oleh sebab itu, ketika mengalami thalasemia penderita juga alami beberapa masalah psikososial, di antaranya sebagai berikut.
- Ada stigma sosial dianggap sebagai orang yang pesakitan. Hal ini membuatnya merasa minder.
- Ada rasa takut terkait mendapatkan pekerjaan dan pasangan hidup.
- Merasa malu dan tidak percaya diri karena adanya perubahan fisik yang dialami.
- Mereka harus melakukan pengobatan rutin seumur hidup sehingga merasa jenuh dan bosan.
- Keluarga juga ikut merasa malu dan aib dengan thalasemia yang dialami.
Untuk itu, sebagai upaya pencegahan, dr. Teny menyarankan agar pasangan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Hal ini karena ketika pasangan sama-sama alami thalasemia, itu berisiko menularkannya pada anak.
Usahakan untuk melakukan pengecekan sebelum menikah dengan pasangan. Dengan begitu, akan bantu mencegah serta mengurangi angka thalasemia di Indonesia.
Di kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu, mengatakan di Indonesia, banyak populasi masyarakat yang alami thalasemia beta maupun alfa.
Tercatat sebanyak 3 sampai 10 persen dari seluruh populasi di tanah air merupakan pembawa sifat Thalasemia Beta. Sementara, 2,6 sampai 11 persen merupakan pembawa sifat Thalasemia Alpha. Bahkan, sekitar 2.500 bayi lahir dengan kondisi thalasemia setiap tahunnya.
"Dan, diestimasi sekitar 2.500 bayi lahir dengan Thalasemia Beta Mayor setiap tahun di Indonesia," ucap dr. Maxi.
Baca Juga: 7 Suara yang Bisa Membuat Kamu Selalu Merasa Malas, Cek Sekarang!
Tingginya angka tersebut karena masih kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai penyakit satu ini. Bahkan, bagi penderita thalasemia justru seringkali mengalami diskriminasi dari masyarakat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif