Suara.com - Mitos mengenai beberapa penyakit tertentu kerap membuat masyarakat menjadi bingung. Salah satu penyakit yang kerap terdapat mitos tertentu yaitu asma. Penyakit pernapasan satu ini kerap muncul mitos yang membuat masyarakat sering salah dalam pengobatannya.
Penyakit asma sendiri merupakan kondisi yang tidak pernah bisa sembuh. Dokter Spesialis Paru, dr. Arief Bakhtiar, Sp.P(K) mengatakan, salah satu yang bisa membuat penderita asma hidup normal yaitu dengan mencegah pemicunya.
“Orang yang menderita asma itu tidak dapat sembuh. Namun, dapat dikendalikan gejalanya agar tidak muncul dan bisa hidup normal,” kata dr. Arief dalam Webinar Peringatan Hari Asma Sedunia, beberapa waktu lalu.
Namun, sebab banyaknya mitos-mitos yang beredar di masyarakat, membuat orang-orang salah memilih pengobatan sehingga asma menjadi semakin buruk.
Untuk itu, dr. Arief menjelaskan, pentingnya masyarakat mengetahui berbagai mitos dan fakta mengenai penyakit asma. Berikut ulasannya!
Mitos: Asma adalah penyakit anak-anak dan bisa sembuh seiring bertambahnya usia
Fakta: Penyakit asma bisa dialami di semua usia tidak hanya anak-anak. Asma juga tidak bisa sembuh, tetapi dikontrol. Dengan begitu, penderita tetap dapat hidup normal.
Mitos: Beberapa orang percaya asma adalah penyakit menular
Fakta: Asma bukanlah sebuah penyakit menular. Namun, ini infeksi virus pernapasan (seperti flu biasa) dan dapat menyebabkan serangan asma.
Baca Juga: Alami Serangan Asma, Anak Ketiga Zaskia Adya Mecca Jalani Perawatan Intensif di ICU
Mitos: Penderita asma tidak boleh melakukan aktivitas fisik atau olahraga.
Fakta: Penderita asma tetap dapat lakukan aktivitas fisik ataupun olahraga. Namun, olahraga yang dilakukan juga harus dipilih dan hati-hati saat melakukannya.
Mitos: Asma hanya dapat dikontrol melalui steroid dosis tinggi.
Fakta: Asma dapat dikendalikan dengan steroid dosis rendah setiap hari.
Mitos: Asma adalah penyakit psikologi atau emosional.
Fakta: Asma memang dapat dipicu karena depresi, kecemasan, atau stres. Namun, penyebab asma bukan hanya karena masalah psikologis.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Sepatu Adidas Diskon 60 Persen di Sports Station, Ada Adidas Stan Smith
- Kronologi Lengkap Petugas KAI Diduga Dipecat Gara-Gara Tumbler Penumpang Hilang
- 5 Moisturizer dengan Alpha Arbutin untuk Memudarkan Flek Hitam, Cocok Dipakai Usia 40-an
- 7 Sabun Muka Mengandung Kolagen untuk Usia 50-an, Bikin Kulit Tetap Kencang
- 15 Merek Ban Mobil Terbaik 2025 Sesuai Kategori Dompet Karyawan hingga Pejabat
Pilihan
-
6 HP 5G Paling Murah di Bawah Rp 4 Juta, Investasi Terbaik untuk Gaming dan Streaming
-
Airbus Umumkan A320 Bermasalah, Kemenhub Sebut 38 Pesawat di RI Kena Dampak
-
Polemik RS dr AK Gani 7 Lantai di BKB, Ahli Cagar Budaya: Pembangunan Bisa Saja Dihentikan
-
KGPH Mangkubumi Akui Minta Maaf ke Tedjowulan Soal Pengukuhan PB XIV Sebelum 40 Hari
-
Haruskan Kasus Tumbler Hilang Berakhir dengan Pemecatan Pegawai?
Terkini
-
Kota Paling Bersih dan Sehat di Indonesia? Kemenkes Umumkan Penerimanya Tahun Ini
-
Dari Flu hingga Hidung Tersumbat: Panduan Menenangkan Ibu Baru Saat Bayi Sakit
-
Hasil Penelitian: Nutrisi Tepat Sejak Dini Bisa Pangkas Biaya Rumah Sakit Hingga 4 Kali Lipat
-
Cegah Bau Mulut akibat Celah Gigi Palsu, Ini Penjelasan Studi dan Solusi untuk Pengguna
-
Stop Jilat Bibir! Ini 6 Rahasia Ampuh Atasi Bibir Kering Menurut Dokter
-
Alarm Kesehatan Nasional: 20 Juta Warga RI Hidup dengan Diabetes, Jakarta Bergerak Melawan!
-
Panduan Memilih Yogurt Premium untuk Me-Time Sehat, Nikmat, dan Nggak Bikin Bosan
-
Radang Usus Kronik Meningkat di Indonesia, Mengapa Banyak Pasien Baru Sadar Saat Sudah Parah?
-
Stop Diet Ketat! Ini 3 Rahasia Metabolisme Kuat ala Pakar Kesehatan yang Jarang Diketahui
-
Indonesia Darurat Kesehatan Mental, Kasus Terbanyak: Depresi, Anxiety, dan Skizofrenia