Suara.com - Anak-anak kerap takut diajak ke dokter karena khawatir akan disuntik atau diminta minum obat yang pahit. Akibatnya, anak-anak, terutama bila usianya masih di bawah 5 tahun, biasanya akan merasa ketakutan hingga rewel dan menangis saat tahu akan bertemu dengan dokter.
Untuk mengatasi hal tersebut, sebenarnya ada trik yang bisa dilakukan oleh orang tua, lho. Diakui oleh dokter spesialis anak dr. I Gusti Ayu Nyoman Partiwi, Sp.A, MARS., bahwa anak-anak sering kali takut bertemu dokter terutama ketika pertemuan pertama lantaran belum merasa kenal.
Tetapi, bila anak terus diasuh oleh dokter yang sama sejak masih berada di dalam kandungan, menurut dokter yang akrab disapa Tiwi tersebut, anak biasanya bisa lebih cepat akrab dengan tenaga medis yang menanganinya.
"Dokter anak karena mengawal dari bayi, sebelum mereka lahir, kita bahkan berteman dengan ibunya dulu. Jadi orang tua itu sangat berperan buat anak enggak takut," kata dokter Tiwi saat konferensi pers di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Jakarta, Senin (31/7/2023).
Berdasarkan pengalaman dokter Tiwi, sejak bayi baru lahir sampai berusia 9 bulan biasanya tidak akan merasa takut bila dibawa ke rumah sakit. Setelah usianya beranjak 9 bulan dan mulai mengenali orang asing di sekitarnya, baru lah akan mulai merasa takut dengan dokter yang dianggapnya orang asing dan bisa menyebabkan rasa sakit di tubuhnya.
"Usia 9 bulan mulai curiga dengan orang lain. Setelah 18 bulan baru mulai jadi teman. Jadi dia dari baru lahir sampai usia 9 bulan gak takut sama dokter. Begitu 9-18 bulan takut, lalu 18 bulan ke atas kita udah bisa jadi teman," ujarnya.
Untuk mengatasi anak yang takut bertemu dokter, ia menyarankan agar orang tua bisa bersikap kreatif agar dan menyelami duania anak agar mereka tertarik. Dokter Tiwi juga bercerita kalau dirinya pernah membuat lomba untuk orang tua para pasien anaknya untuk sekreatif mungkin menemukan cara membawa anak ke rumah sakit dengan senang hati.
"Ada yang bawa stetoskop, karena bawa stetoskop jadi main pura-pura, dengan mendongeng, menjelaskan tugas dokter. Tempat praktik khusus anak juga dipenuhi dengan mainan. Itu salah satu trik bagi orang tua membuat rumah sakit gak jadi tempat menakutkan bagi anak," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 63 Kode Redeem FF Terbaru 21 Januari: Ada Groza Yuji Itadori, MP40, dan Item Jujutsu
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- 5 Motor Bekas 6 Jutaan Cocok untuk Touring dan Kuat Nanjak, Ada Vixion!
- Mobil 7 Seater dengan Harga Mirip Mitsubishi Destinator, Mana yang Paling Bertenaga?
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
Pilihan
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
-
5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan RAM 8 GB Terbaik Januari 2026, Handal untuk Gaming dan Multitasking
-
Harda Kiswaya Jadi Saksi di Sidang Perkara Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Waspada Penurunan Kognitif! Kenali Neumentix, 'Nootropik Alami' yang Dukung Memori Anda
-
Lompatan Layanan Kanker, Radioterapi Presisi Terbaru Hadir di Asia Tenggara
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?
-
Rahasia Energi "Anti-Loyo" Anak Aktif: Lebih dari Sekadar Susu, Ini Soal Nutrisi yang Tepat!
-
Sinergi Medis Indonesia - India: Langkah Besar Kurangi Ketergantungan Berobat ke Luar Negeri
-
Maia Estianty Gaungkan Ageing Gracefully, Ajak Dewasa Aktif Waspada Bahaya Cacar Api
-
Kolesterol Tinggi, Risiko Diam-Diam yang Bisa Berujung Stroke dan Serangan Jantung
-
Telapak Kaki Datar pada Anak, Normal atau Perlu Diperiksa?