Suara.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) langsung bertindak tegas, setelah menerima 44 laporan bullying dokter di rumah sakit pendidikan, yang sudah sangat terkoordinir dan berlangsung hingga puluhan tahun.
Menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, aksi bullying calon dokter spesialis ini harus segera dibereskan, karena akan berdampak pada pelayanan pasien sehingga dokter cenderung bersikap kasar dan tidak ramah.
"Ini harus dibereskan, kita tidak ingin rumah kita jadi serabutan, tidak berbudaya. Kita ingin ini jadi rumah yang baik untuk pekerja dan pelajar. Saya percaya masih banyak peserta didik guru yang baik. Kita akan rapikan sekarang supaya tidak terjadi lagi," ujar Menkes Budi dalam acara konferensi pers pada Kamis (17/8/2023).
Berikut ini rangkuman fakta terbaru bullying calon dokter spesialis di RS Pendidikan, yang berhasil dirangkum suara.com:
1. Bewasal Dari RS Adam Malik Medan
Jelang akhir konferensi pers, Menkes Budi bercerita awal mula ia mendengar cerita terkait bullying calon dokter spesialis saat menerima pendidikan di RS milik Kemenkes pertama kali terjadi di RS Adam Malik.
"Memang ini kejadiannya ini dulu sempat ada masukan ke saya, dari salah satu rekan sesama di pemerintahan, pada saat ada laporan mengenai RS Adam Malik, bahwa ada dokter memberikan pelayanan sangat buruk dan kasar kepada pasiennya," cerita Menkes Budi.
Dari sini Menkes Budi mendapati, alasan perilaku kasar terhadap pasien terjadi karena dokter calon spesialis itu stres. Penyebab stresnya pemberlakuan jam kerja di luar normal.
"Sesudah itu dilakukan diskusi dengan banyak peserta pendidikan spesialis di banyak RS, dan kesimpulannya mendekati 100 persen mendapatkan hal yang sama," ungkap Menkes Budi.
Baca Juga: Menteri Kesehatan: Dokter Senior Panggil Junior Dengan Nama Hewan
2. Bullying Sudah Terkoordinir
Lantara budaya bullying sudah terjadi dan mengakar selama puluhan tahun, tidak aneh jika sampai terbentuk buku panduan berupa aturan pembayaran yang harus dilakukan dokter junior. Padahal pembayaran ini tidak berhubungan dengan kegiatan belajarnya di rumah sakit.
"Apalagi di buku panduan itu harus mencantumkan harus beli ini harus sewakan ini. Sehingga keluarkan juga uang puluhan juta atau ratusan juta per bulan, ini bukan praktik yang baik, ini terjadi di RS di rumah Kemenkes," papar Menkes Budi.
"Malah harus keluarkan uang, di luar uang resminya dia, dan tertulis terkoordinasi itu tidak baik," lanjutnya.
3. Cacian Rasis dan Panggilan Hewan
Menkes Budi juga menyayangkan seharusnya profesi dokter menyiratkan karakter berbudi luhur, tapi malah yang terjadi sebaliknya. Dokter senior di RS pendidikan, disebut Menkes Budi cenderung rasis dan kasar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI