Health / Konsultasi
Sabtu, 09 September 2023 | 15:17 WIB
ilustrasi olahraga (freepik.com/jcomp)
Ilustrasi polusi (Pexels/Charlotte May)

4. Perhatikan Kesehatan

Jika mempunyai masalah kesehatan seperti penyakit pernapasan atau jantung, pastikan untuk selalu membawa obat-obatan yang dibutuhkan serta memantau kondisi dengan lebih saksama pada saat berolahraga di luar ruangan. Batasi juga aktivitas yang bisa memicu penyakit tersebut kambuh di tengah kondisi udara buruk.

5. Periksa Kualitas Udara Sebelum Olahraga di Luar

Sebelum memutuskan untuk berolahraga di luar, periksa indeks kualitas udara di wilayah saat berolahraga. Banyak aplikasi dan situs web yang menyediakan informasi real-time tentang polusi udara. Jika indeks kualitas udara menunjukkan tingkat yang tinggi, pertimbangkan untuk berolahraga di dalam ruangan.

Adapun berdasarkan AQI, kualitas udara terbagi atas enam kategori:

  1. Hijau - Baik (0–50), kualitas udara baik dan risiko minim atau tidak ada sama sekali.
  2. Kuning - Sedang (51–100), kelompok sensitif disarankan menghindari aktivitas luar ruangan untuk menghindari kambuh.
  3. Oranye - Tidak sehat untuk kelompok sensitif (101–150), kelompok sensitif dan masyarakat umum bisa berisiko atau mengalami masalah pernapasan.
  4. Merah - Tidak sehat (151–200), peningkatan risiko efek yang lebih buruk pada jantung dan paru.
  5. Ungu - Sangat tidak sehat (150,5–250,4), masyarakat umum bisa merasakan dampak negatif polusi udara, sedang kelompok sensitif sama sekali tidak boleh keluar rumah.
  6. Coklat - Berbahaya (>250,5), risiko iritasi sangat tinggi, hindari keluar rumah.

Load More