"Oke, kamu makan gorengan hari ini, cuma sudah habis semalam makan, jangan hari ini makan lagi, cuma memang itu harus ada kesadaran dari kita sendiri, dan lebih sering konsumsi makanan yang berserat," jelasnya.
Terakhir, ia merekomendasikan beberapa makanan yang bisa dikonsumsi untuk kesehatan jantung yaitu sayuran, buah, oatmeal, dan makan dengan kandungan serat lebih tinggi.
Uniknya, Velove berkelakar sebaiknya minum air putih yang banyak lebih dulu sebelum menyantap gorengan. Ini karena cara tersebut akan membuat perut lebih kenyang dan keinginan menyantap gorengan jadi lebih sedikit.
"Minum air dulu yang banyak, udah ngerasa kembung baru. Mungkin (gorengan) itu aku nggak bisa menghindar sepenuhnya, karena tidak mungkinlah justru kalau hindar sepenuhnya, kalau kita kelepasan itu justru nggak terkontrol," pungkas Velove.
Sementara itu melansir Medical News Today, mengonsumsi makanan yang digoreng dikaitkan dengan peningkatan risiko kardiovaskular yang utama, termasuk serangan jantung dan stroke.
Hal ini juga dikaitkan dengan hasil dari 19 penelitian dan 17 di antara berkaitan dengan penyakit jantung, bahkan 6 di antaranya terkait dengan kematian. Peneliti juga menemukan, risiko sakit jantung semakin bertambah seiring bertambahnya porsi gorengan sebesar 4 ons atau 114 gram.
Berikut ini alasan lain gorengan penyebab sakit jantung, yang perlu diwaspadai:
1. Kandungan Lemak Jenuh Tinggi
Gorengan seringkali mengandung lemak jenuh yang tinggi, terutama jika minyak yang digunakan untuk menggoreng adalah minyak yang kaya lemak jenuh seperti minyak kelapa atau minyak sawit. Lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) dalam darah, yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.
Baca Juga: Jaga Kesehatan dan Kebugaran, Olahraga Juga Bisa Dilakukan dengan Mudah dan Murah di Rumah Loh
2. Paparan Minyak yang Teroksidasi
Proses penggorengan pada suhu tinggi dapat menghasilkan minyak yang teroksidasi atau mengalami perubahan kimia. Minyak yang teroksidasi dapat menghasilkan senyawa-senyawa yang bersifat proinflamasi dan berpotensi merusak pembuluh darah, meningkatkan risiko peradangan dan aterosklerosis.
3. Peningkatan Kolesterol Trans
Proses penggorengan dalam minyak tertentu dapat membentuk senyawa-senyawa yang mengandung kolesterol trans. Konsumsi kolesterol trans telah terkait dengan peningkatan risiko penyakit jantung karena dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL dan menurunkan kadar kolesterol HDL (kolesterol baik).
4. Penyerapan Minyak oleh Makanan
Makanan yang digoreng dapat menyerap jumlah minyak yang signifikan selama proses penggorengan. Ini meningkatkan jumlah kalori dan lemak dalam makanan, yang dapat berkontribusi pada kelebihan berat badan atau obesitas. Kelebihan berat badan adalah faktor risiko utama untuk penyakit jantung.
5. Efek Glycemic Index Tinggi
Beberapa jenis gorengan, seperti kentang goreng, dapat memiliki indeks glikemik tinggi. Konsumsi makanan dengan indeks glikemik tinggi telah terkait dengan resistensi insulin dan peningkatan risiko penyakit jantung.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat