Suara.com - Makanan pedas tidak hanya cabai, tapi bisa juga berupa paprika atau rempah dapur seperti jahe maupun merica. Dan tak banyak yang tahu kalau makanan pedas ternyata punya manfaat untuk kesehatan.
Selama ini, banyak orang mengira kalau makanan pedas hanya bisa menambah nafsu makan. Hal ini seperti yang dikatakan Senior Marketing Manager PT. Wiryamanta Sadina, Inggrid Gani.
"Bagi sebagian orang, rasa pedas justru akan menambah selera makan saat menikmati hidangan yang disajikan. Ada sesuatu yang terasa hilang dan kurang lengkap jika tidak ada cita rasa pedas yang membakar lidah saat menikmati menu kuliner," ujar Inggrid melalui keterangan yang diterima suara.com, Jumat (12/1/2024).
Hal inilah yang kemudian membuatnya menghadirkan kampanye burning sensation alias membakar lidah pada series Wingstop Inferno, yaitu untuk menambah selera makan masyarakat Indonesia.
Namun faktanya, manfaat makanan pedas jauh lebih banyak daripada sekadar meningkatkan nafsu makan. Meski makanan pedas tidak cocok untuk semua orang, khususnya pada orang dengan masalah pencernaan, tapi untuk para penggemarnya, ada manfaat yang bisa didapat.
Ini dia, seperti dilansir dari laman Health:
1. Menurunkan berat badan
Sebuah ulasan studi tahun 2022 mencatat bahwa makanan pedas mengandung capsaicin yang bisa menurunkan nafsu makan. Meski begitu, hal ini tidak lantas jadi jaminan bahwa seseorang yang makan makanan pedas akan terlindungi dari obesitas jangka panjang.
2. Memperpanjang umur
Baca Juga: Inovasi Terbaru EdenFarm, Hadirkan Cabe dan Bawang bagi Penggemar Makanan Pedas
Makanan pedas bisa memperpanjang umum karena terkait dengan efek antioksidan dan anti inflamasi dari capsaicin yang biasa ada di cabai hingga paprika.
Tinjauan 2021, para peneliti menemukan bahwa penikmat makanan pedas mengalami penurunan risiko kematian dari semua akibat kesehatan sebesar 12 persen jika dibandingkan dengan mereka yang tidak rutin mengkonsumsi makanan pedas.
3. Baik untuk jantung
Beberapa bukti menunjukan makanan pedas bisa menurunkan tekanan darah dan kolesterol, dua kondisi yang bisa meningkatkan risiko sakit jantung.
Termasuk juga studi 2022, menemukan fakta bahwa makanan pedas dan paprika bisa meningkatkan adrenalin, dengan menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantung atau stroke.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Apa itu Whip Pink? Tabung Whipped Cream yang Disebut 'Laughing Gas' Jika Disalahgunakan
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional
-
Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak
-
Cara Kerja Gas Tawa (Nitrous Oxide) yang Ada Pada Whip Pink
-
Ibu Tenang, ASI Lancar: Kunci Menyusui Nyaman Sejak Hari Pertama
-
Kisah Desa Cibatok 1 Turunkan Stunting hingga 2,46%, Ibu Kurang Energi Bisa Lahirkan Bayi Normal
-
Waspada Penurunan Kognitif! Kenali Neumentix, 'Nootropik Alami' yang Dukung Memori Anda
-
Lompatan Layanan Kanker, Radioterapi Presisi Terbaru Hadir di Asia Tenggara
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?