Suara.com - Di saat pengobatan kanker kian maju, tapi masih banyak pasien yang mengandalkan pengobatan herbal. Hasilnya kondisi ini disebut bisa memperparah sel kanker, benarkah?
Konsultan Senior Onkologi Medis Parkway Cancer Centre, Dr. Khoo Kei Siong tidak merekomendasikan pengobatan herbal karena hingga saat ini tidak ada bukti pasti pengobatan herbal punya hasil baik untuk penanganan kanker.
"Pengobatan herbal untuk kanker kita masih belum bisa mengetahuinya, apakah bisa memberikan manfaat atau hasil buruk tidak ada bukti, karena hasilnya tidak diketahui, direkoemndasikan untuk tidak dilakukan," ujar Dr. Khoo melalui keterangan yang diterima suara.com, Sabtu (20/1/2024).
Dokter yang juga wakil direktur medis Parkway Cancer Centre itu mengkhawatirkan pengobatan herbal ini bisa berinteraksi khusus dengan terapi atau pengobatan yang diberikan dokter. Tapi Dr. Khoo mengakui jika pengobatan herbal merupakan tradisi turun temurun sehingga banyak diterima masyarakat.
"Secara kultur bisa diterima, tapi jika hanya andalkan obat herbal saja, tidak mau kemoterapi dan terapi homon saya merasa concern dan khawatir," jelas Dr. Khoo.
Pakar kesehatan yang memiliki minat subspesialis bidang kanker payudara dan kanker ginekologi itu menceritakan kejadian nyata salah satu teman dokternya menangani pasien kanker yang memiliki benjolan di leher, setelah tindakan biopsi dipastikan jika itu merupakan sel kanker.
Tapi sayangnya, pasien itu telah lebih dulu mendengar cerita buruk tentang kemoterapi, dan akhirnya pilih menjalani pengobatan herbal. Nahasnya, setelah 2 bulan berlalu dilakukan pengobatan herbal, benjolan semakin membesar.
"Tapi menurut terapis herbalnya, kejadian tersebut mengatakan itu kondisi normal dan menandakan sel kanker serang dimatikan. Lalu diminta dilanjutkan terapinya. Mirisnya saat pengobatan terjadi perburukan kulitnya terlepas dari benjolan," papar Dr. Khoo.
Selanjutnya, setelah keluar cairan dari benjolan, lagi-lagi herbalis mengaku obat herbal sedang bekerja, yang hasilnya pasien merasa semakin kesakitan barulah kembali melanjutkan pengobatann ke dokter ginekologi, meski kanker sudah tahap tingkat lanjut.
Baca Juga: Bantu Wanita dengan Keterbatasan Akses, SILO Gelar Program Selangkah 2024
"Sempat membaik berkat terapi kanker yang dijalani, tapi kondisinya sudah berat lalu kanker muncul kembali, hingga akhirnya pasien meninggal dunia,'" ceritanya.
Dari peristiwa ini, Dr. Khoo mengingatkan jika ingin menjalani pengobatan tradisional untuk kanker dipersilahkan, tapi tetap wajib mencari alternatif terapi dengan terus melakukan monitor pada perubahan sel kanker, dan pastikan tidak ada peningkatan sel kanker.
"Harus ada second opinion juga," tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Bahaya Pencemaran Sungai Cisadane, Peneliti BRIN Ungkap Risiko Kanker
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak