Suara.com - Asupan makanan sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak. Itu sebabnya, apabila anak tidak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup baik maka dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan hingga penyakit kronis. Kurang gizi atau malnutrisi memang menjadi penyebab utama pertumbuhan terhambat pada anak-anak.
Walau demikian, kondisi itu bukan berarti tidak bisa diatasi. Head of Medical Affairs Abbott's Nutrition di Indonesia Dr. Prawira Winata mengatakan kalau pertumbuhan terhambat pada anak bisa ditangani secara cepat dengan memberikan nutrisi yang cukup. Dengan begitu, anak dapat mengalami lonjakan pertumbuhan setelah pemulihan nutrisi yang dikenal sebagai catch-up growth atau pertumbuhan terhambat. Cara itu membantu anak-anak mendapatkan kembali jalur pertumbuhan awal mereka.
Anak-anak yang mengalami pertumbuhan terhambat seringkali membutuhkan tambahan kalori, protein, dan mikronutrien. Nutrisi ini memiliki dua tujuan, tidak hanya mengisi kembali apa yang hilang selama periode asupan yang tidak memadai, tetapi juga membantu mendukung pertumbuhan lebih lanjut.
"Nutrisi yang tepat dapat menyediakan komponen penting yang memungkinkan anak untuk tumbuh, belajar, dan berkembang untuk pertumbuhan awal yang maksimal dalam hidupnya. Tanpa nutrisi yang tepat, pertumbuhan dan perkembangan anak dapat terganggu," kata dokter Prawira dalam keterangannya.
Kekurangan nutrisi juga dapat menyebabkan risiko defisiensi imun, gangguan fungsi kognitif, masalah perilaku, penurunan kesehatan tulang, dan massa otot. Sebelum hal itu terjadi, orang tua sebaiknya memastikan proses tumbuh kembang anak terjadi dengan normal dan sesuai dengan usianya.
Dokter Prawira membagikan cara sederhana memastikan anak tumbuh kembang dengan baik berikut ini:
1. Ukur dan pantau tinggi badan anak
Mulailah dengan memantau pertumbuhan anak secara teratur, terutama untuk anak usia 2 hingga 6 tahun. Dianjurkan untuk mengukurnya setiap tiga bulan. Orang tua dapat memilih untuk menggunakan alat bantu seperti buku harian pertumbuhan atau tracker. Pengukuran yang akurat sangat penting untuk memahami dan memantau pertumbuhan anak. Hal ini juga dapat membantu dalam mendeteksi dini kekurangan pertumbuhan, sehingga memungkinkan orang tua untuk mengambil tindakan cepat dan mengatasi penyebabnya.
2. Dorong anak untuk makan dengan benar
Baca Juga: Dukung Pengembangan Potensi Anak Melalui The Rising Kids 2023
Untuk mendukung pertumbuhan holistik, berikan makanan seimbang seperti sereal, kacang-kacangan, susu, daging, buah-buahan, dan sayuran setiap hari. Hal ini akan memastikan anak mendapatkan protein, vitamin, dan mineral yang diperlukan untuk perkembangan tulang yang sehat. Untuk orang tua yang memiliki anak yang rewel dan pilih-pilih makanan, pertimbangkan untuk menggunakan suplemen makanan.
3. Libatkan anak dalam menyiapkan makanan
Mulai dari berbelanja, merencanakan menu makan, dan memasak bisa melibatkan anak. Tujuannya untuk meningkatkan minat mereka dalam menyantap makanan yang telah mereka siapkan. Buatlah makanan lebih menarik dengan menggunakan pemotong kue untuk membuat bentuk-bentuk yang menarik dengan buah-buahan dan sayuran seperti apel dan mentimun, atau sajikan berbagai macam makanan yang berwarna-warni untuk sarapan dan makan malam.
4. Dorong anak-anak untuk aktif secara fisik
Tetapkan jadwal bermain yang seimbang bagi anak-anak untuk membatasi waktu di depan layar. Motivasi anak-anak untuk menerapkan hari bebas gadget, seperti pada hari libur yang mendorong mereka untuk menghabiskan waktu bersama seluruh keluarga. Pastikan anak-anak melakukan minimal tiga jam aktivitas fisik setiap hari, dengan kegiatan seperti berenang, berlari, lompat tali, berjalan, atau menari. Aktivitas fisik memainkan peran penting dalam meningkatkan kesehatan tulang dan meningkatkan kesehatan fisik secara keseluruhan.
5. Pertimbangkan suplemen makanan untuk mengisi kekurangan gizi
Untuk mendorong perkembangan yang komprehensif pada anak-anak, makanan yang lengkap dapat meningkatkan penyerapan nutrisi penting. Konsultasikan dengan ahli kesehatan anak jika memiliki kekhawatiran terhadap asupan nutrisi mereka. Jika anak tidak mengonsumsi cukup kalori dan nutrisi, suplemen nutrisi dapat membantu mengisi beberapa kekurangannya. Suplemen bertindak sebagai penutup kekurangan juga katalisator atau penyempurna untuk meningkatkan kemampuan tubuh menyerap vitamin dan mineral penting dari makanan yang dikonsumsi anak Anda.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Apa itu Whip Pink? Tabung Whipped Cream yang Disebut 'Laughing Gas' Jika Disalahgunakan
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional
-
Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak
-
Cara Kerja Gas Tawa (Nitrous Oxide) yang Ada Pada Whip Pink
-
Ibu Tenang, ASI Lancar: Kunci Menyusui Nyaman Sejak Hari Pertama
-
Kisah Desa Cibatok 1 Turunkan Stunting hingga 2,46%, Ibu Kurang Energi Bisa Lahirkan Bayi Normal
-
Waspada Penurunan Kognitif! Kenali Neumentix, 'Nootropik Alami' yang Dukung Memori Anda
-
Lompatan Layanan Kanker, Radioterapi Presisi Terbaru Hadir di Asia Tenggara
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?