Suara.com - Setelah membuat vaksin nusantara untuk mencegah Covid-19, kini Eks Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto berencana meneliti sel dendritik untuk mencegah penyakit demam berdarah dengue (DBD).
Fakta ini diungkap langsung dokter Terawan dalam sambutan grand launching layanan Immunotherapy Nusantara by Terawan di Klinik Simas Sehat Sejahtera, Tanah Abang Jakarta Pusat, Selasa (26/3/2024). Mantan Kepala RSPAD Jakarta itu mengatakan cara kerja sel dendritik nantinya sama seperti immunotherapy yaitu dengan konsep personalized.
Ini artinya sel dendritik yang ada dalam darah seseorang diambil untuk dirangsang dan 'dilatih' di luar tubuh agar memiliki kemampuan melawan infeksi virus, kuman atau penyakit tertentu baru kemudian dimasukan kembali ke dalam tubuh. Menurutnya ini merupakan metode terobosan yang juga bisa untuk mencegah sakit DBD.
"Saya merasa bahwa ada sesuatu yang merubah dan saya melihat wabah kok terus setiap tahun berat. Kenapa tidak kita lakukan sebuah terobosan mengenai membuat Pencegahan untuk DBD," ujar Terawan.
Adapun proses 'pelatihan' sel dendritik ini dilakukan di luar tubuh selama satu minggu sejak pengambilan darah. Sel ini nantinya akan dilatih selaiknya komandan dan panglima perang melawan infeksi penyakit seperti yang disebabkan virus atau kuman.
"Memang prosesnya butuh satu minggu dari darah kita akan diambil, denritiknya, dan dari dendritik itu dilatih seminggu di occupation dan akhirnya bisa disuntikkan menjadi imunitas (membentuk kekebalan)," jelas Terawan.
Selain itu Terawan juga mengklaim, metode menjadikan sel dendritik untuk DB ini sudah masuk ke tahap uji klinik, sehingga nantinya bisa diakses oleh masyarakat awam.
"Sekarang kita sangat bersyukur sudah berkembang kita akan masuk uji klinik untuk demam berdarah," beber Terawan.
Sel dendritik adalah leukosit dari sumsum tulang belakang dan merupakan jenis sel pembawa antigen terkuat. Sel inilah yang bertanggung jawab atas respons kekebalan tubuh yang menjadi penjaga sistem kekebalan tubuh manusia.
Baca Juga: Waduh! Jakarta Selatan Jadi Kota dengan Kasus DBD Terbanyak di DKI Jakarta
Di sisi lain, Terawan bekerjasama dengan Klinik Simas Sehat Sejahtera yang berada di bawah naungan Sinar Mas meluncurkan layanan Immunotherapy Nusantara by Terawan yang cara kerjanya seperti metode pencegahan DBD yang tengah diteliti.
Hanya saja bedanya, jika sel dendritik 'dilatih' khusus melawan virus dengue, maka pada layanan yang sudah menjangkau kurang lebih 400 pasien ini, bekerja dengan cara sel dendritik dilatih untuk meningkatkan kekebalan tubuh secara umum.
"Jadi sebagai orang yang sudah 3 kali menjalani metode Immunotherapy Nusantara by Terawan bisa dilakukan dengan pengulangan per 3 bulan sekali agar imunitas bekerja maksimal," jelas Direktur PT Asuransi Sinar Mas sekaligus Komisaris Utama PT Asuransi Simas Jiwa, Dumasi MM. Samosir di lokasi yang sama
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat