Suara.com - Mengurangi asupan gula dan karbohidrat memang penting untuk kesehatan, namun bagi beberapa orang, hal itu kadang terasa menyiksa.
Ya, meski gula dan karbohidrat dibutuhkan sebagai sumber tenaga, tapi kita tak boleh berlebihan mengonsumsinya. Dan buat kamu yang ingin hidup lebih sehat, berikut sejumlah cara untuk mengurangi asupan karbohidrat dan gula tanpa harus menyiksa diri:
1. Penuhi Piring dengan Protein dan Lemak Sehat
Supaya kamu tak lemas meski mengurangi kedua asupan tersebut, maka kamu harus menggantinya dengan asupan protein dan lemak sehat.
Jenis protein yang bisa dipilih misalnya ikan, ayam tanpa kulit, telur, kacang-kacangan, dan produk olahan susu rendah lemak. Protein membantumu merasa kenyang lebih lama, sehingga keinginan untuk makan karbohidrat dan gula pun berkurang.
Sedangkan jenis lemak sehat yang bisa dipilih di antaranya alpukat, kacang-kacangan, minyak zaitun, dan biji-bijian. Sumber lemak sehat ini akan membantu meningkatkan rasa kenyang dan memberikan energi tahan lama.
2. Ganti Karbohidrat Sederhana dengan Karbohidrat Kompleks
Berbeda dengan karbohidrat sederhana, karbohidrat kompleks lebih menyehatkan, rendah kalori, namun dapat membuatmu kenyang lebih lama.
Jadi, mulailah kurangi karbohidrat seperti nasi putih, roti putih, pasta, dan tepung terigu yang tinggi gula dan rendah serat, serta ganti dengan jenis karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, ubi jalar, dan quinoa yang lebih kaya serat dan membantu mengontrol gula darah.
Baca Juga: Baik untuk Kesehatan, Ini 7 Manfaat Ajaib Kopi Hitam Tanpa Gula yang Jarang Terungkap
3. Manjakan Diri dengan Camilan Sehat
Kamu tak harus menghindari camilan, kok. Triknya, pilih camilan sehat seperti buah, yogurt, atau kacang-kacangan yang kaya serat dan nutrisi penting. Dan hindari camilan seperti kue, permen, dan minuman manis kemasan yang penuh dengan gula dan kalori kosong, ya.
4. Bacalah Label Makanan dengan Cermat
Gula tersembunyi sering kali terdapat dalam makanan olahan, seperti saus, saus tomat, dan bahkan sereal. Jadi, mulai sekarang, perhatikan kandungan gula tambahan pada label makanan. Pilihlah produk dengan kandungan gula tambahan yang rendah.
5. Minum Air Putih yang Cukup
Dehidrasi dapat membuatmu merasa lapar dan ngidam makanan manis, lho. Jadi, minumlah air putih yang cukup sepanjang hari untuk membantumu merasa kenyang dan terhidrasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?