Suara.com - Dermatitis Atopik (DA) atau eksim sangat mengalami flare alias kambuh tiba-tiba bisa sangat mengganggu penderitanya, bukan hanya tidak bisa beraktivitas tapi juga sulit tidur karena rasa gatal yang sangat menyiksa. Lantas, bagaimana pertolongan pertama eksim?
Dermatitis atopik atau eksim adalah penyakit kulit kronis yang ditandai dengan kulit kering, gatal, dan meradang. Penyakit ini tidak menular dan sering menyerang bayi dan anak-anak. Dermatitis atopik juga dapat dialami oleh orang dewasa, bahkan baru muncul saat dewasa.
Dermatologis sekaligus Ahli Alergi Imunologi, Dr.Srie Prihianti Gondokaryono Sp.DVE, Subsp.DA,PhD mengakui saat eksim kambuh maka memerlukan pertolongan pertama, terlebih jika mengalami lesi kulit seperti benjolan, luka maupun lecet.
"Memang DA atau itu sangat ganggu, karena rasa gatal sangat hebat, lesi bisa membuat sangat terganggu aktivitas sekolah bekerja dan lain-lain. Jadi, penting mengetahui pertolongan pertama sebelum ke dokter," ujar Dr. Srie dalam peluncuran buku Panduan Diagnosis dan Tata Laksana Dermatitis Atopik pada Anak dan Dewasa di Indonesia Edisi 2024 di Jakarta Selatan baru-baru ini.
Langkah yang perlu dilakukan pertama menurut Dr. Srie yaitu memperbaiki skincare atau menggunakan pelembap atau sabun yang bisa bantu meredakan gejala eksim seperti rasa gatal yang dialami penderita.
"Pertama perbaiki skincarenya, pemakaian sabun dan pelembap, dengan pelembap baru yang sudah ada fungsi antioksidan dan anti radang, itu bantu sedikit sebelum berobat ke dokter," jelas Dr. Srie.
Langkah selanjutnya sebaiknya, kata Dr. Srie segera lakukan observasi untuk mencaritahu pemicu gejala eksimnya muncul. Entah dari makanan minuman, debu, maupun dari obat-obatan.
"Juga mungkin observasi pemicunya apa, terakhir anak-anak main apa, misalnya jika anak sudah sekolah lalu keringatan itu bisa memicu gatal, bisa juga dari lingkungan maupun sekolah tidak bisa kita kontrol," jelas Ketua Kelompok Studi Dermatologi Anak Indonesia (KSDAI) ini.
"Jadi observasi saja apa yang bisa memicunya, dan skincare di rumah sangat penting untuk pertolongan pertama kali, dengan cara diperbaiki dulu kondisi kulitnya," sambung Dr. Srie.
Baca Juga: Mengenal Gejala Asma Kulit, Kondisi yang Umum Terjadi pada Bayi dan Anak-Anak
Perlu diketahui, gejala eksim atau dermatitis atopik dapat bervariasi pada setiap orang. Pada bayi, ruam biasanya muncul di wajah, terutama di pipi. Pada anak-anak, ruam biasanya muncul di lipatan kulit, seperti di siku, lutut, dan pergelangan tangan. Pada orang dewasa, ruam dapat muncul di mana saja.
Dermatitis atopik dapat mengenai hingga 22 persen pada anak dan 17 persen pada dewasa. Penyakit ini merupakan penyakit yang kompleks baik dalam penyebab atau faktor risiko, gejala klinis yang bervariasi, maupun tata laksana.
Pada sebagian besar pasien anak atau sekitar 88 persen di wilayah Asia-Pasifik menderita dermatitis atopik ringan atau sedang.
Penyakit ini akan terus berlanjut hingga dewasa, berdampak pada kerusakan kulit, dan paling sering muncul sebagai lesi likenifikasi yaitu bercak tebal disertai dengan gambaran relief kulit yang semakin jelas yang mempengaruhi lentur, kepala dan leher.
Dermatitis atopik merupakan penyakit kulit kronis yang memiliki dampak signifikan terhadap aspek psikologis, sosial, finansial, bahkan dapat disertai dengan komplikasi sistemik atau komorbiditas lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia