Suara.com - Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak orang tua bekerja yang membutuhkan dukungan dalam merawat anak mereka, terutama pada masa-masa krusial enam tahun pertama kehidupan anak. Pada usia ini, sekitar 90 persen otak anak terbentuk, menjadikan periode ini sangat penting untuk perkembangan mereka. Salah satu metode pendidikan yang populer di kalangan orang tua adalah metode Montessori.
Montessori adalah metode pembelajaran yang berfokus pada pembelajaran konkret daripada abstrak. Kurikulum Montessori dirancang untuk mengoptimalkan perkembangan anak selama masa periode emas melalui lima fokus area: sensorial, kehidupan praktis sehari-hari, bahasa, matematika, dan budaya. Berikut adalah lima fasilitas utama yang biasanya ditawarkan oleh daycare berbasis Montessori yang perlu diperhatikan orangtua:
Pembelajaran Berbasis Lima Area Montessori
- Practical Life: Kegiatan sehari-hari yang mengembangkan keterampilan motorik halus, seperti merawat diri sendiri dan lingkungan sekitar.
- Sensorial: Kegiatan yang mengembangkan semua indera anak, termasuk visual, pendengaran, penciuman, pengecapan, dan taktil.
- Bahasa: Pembelajaran komunikasi yang melibatkan suara, pembentukan kata, kalimat, dan tata bahasa.
- Matematika: Mengajarkan konsep matematika dari konkret ke abstrak dengan berbagai alat bantu.
- Budaya: Mengajak anak memahami dunia melalui geografi, sejarah, hewan, dan tumbuhan.
Fokus pada Kemandirian dan Optimalisasi Potensi Anak
Daycare berbasis Montessori menekankan kemandirian anak dan potensi mereka pada periode sensitif. Lingkungan disiapkan secara hati-hati untuk memenuhi kebutuhan anak, dengan pengasuh dan staf yang selalu memberikan teladan positif.
Pengasuh Terpercaya dan Profesional
Pengasuh di daycare ini biasanya memiliki latar belakang pendidikan anak usia dini dan perawat. Mereka mendapatkan pelatihan dari dokter profesional terkait pertolongan pertama dan filosofi Montessori.
Ruangan Modern, Sehat, dan Aman
Ruangan diatur dengan warna-warna menarik dan gambar yang menstimulasi anak. Fasilitas seperti CCTV, air purifier, dan laporan harian melalui aplikasi membantu orang tua memantau anak mereka dengan mudah.
Baca Juga: Ayu Ting Ting Syok Pertama Kali Naik Pesawat First Class Dapat Sarapan Mewah: Mirip Kos-kosan
Penyediaan Makanan Sehat dan Kunjungan oleh Psikolog & Dokter Gigi
Menu makanan dipilih dengan cermat oleh ahli gizi dan anak diberikan makanan tiga kali sehari plus satu kali camilan. Pemeriksaan rutin oleh psikolog dan dokter gigi juga menjadi bagian dari layanan yang ditawarkan.
Di Bintaro, Tangerang Selatan, kini tersedia pilihan daycare modern berbasis Montessori yang dapat menjadi solusi bagi orang tua. Daycare ini menawarkan pendekatan holistik dalam pengasuhan anak, memadukan metode Montessori yang teruji dengan fasilitas dan teknologi modern untuk mendukung para orang tua dalam memantau perkembangan anak mereka. PlayHive Montessori Daycare & Learning Hub yang terletak di Bintaro memiliki kriteria-kriteria yang disebutkan tersebut. Didirikan oleh pasangan suami istri yang menyukai Pendidikan anak usia dini, Indah Tri Novita dan Ikhwan, PlayHive juga turut menggandeng pakar seperti ahli gizi untuk menyiapkan menu makanan sehat untuk anak.
“PlayHive didirikan karena kami melihat banyak para working parents yang memiliki tantangan bekerja sambil mengasuh anak. Sehingga kami ingin memberikan solusi dengan mendirikan daycare yang menyeluruh, dimulai dari pengasuh yang professional, menggunakan kurikulum Montessori yang memang sudah teruji sejak lama, dan penggabungan menggunakan teknologi yang modern untuk menjadi solusi bagi modern parents. Sehingga orang tua bisa tetap nyaman bekerja, namun si kecil bisa diasuh dan mendapatkan stimulasi yang optimal,” ujar Ikhwan Tauhid, Founder PlayHive Montessori Daycare & Learning Hub, dalam keterangannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia