Suara.com - Salah satu aspek penting dalam perkembangan anak adalah perilaku. Perilaku yang normal pada anak usia dini dapat bervariasi tergantung pada usia, temperamen, dan lingkungan mereka. Namun, ada beberapa gangguan perilaku pada anak yang tidak boleh diabaikan.
Gangguan perilaku pada anak umumnya bisa terlihat ketika anak sudah bersekolah. Akan tetapi, pada kasus tertentu, gangguan perilaku juga bisa terlihat ketika anak berusia lebih muda, misalnya ketika masih balita. Gangguan perilaku yang dimaksud di sini di antaranya agresivitas, tantrum, hiperaktivitas, impulsif, dan sebagainya.
Gangguan perilaku pada anak yang cukup sering terjadi di antaranya adalah Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) dan autisme. Keduanya adalah kondisi yang berbeda, namun kerap dianggap sama.
Meski sama-sama menyebabkan gangguan perilaku, ADHD berbeda dengan autisme. Mengutip Halodoc, autisme atau gangguan spektrum autis adalah kelainan fungsi otak dan saraf yang cukup kompleks sehingga memengaruhi perilaku serta proses berpikir. Sedangkan ADHD adalah gangguan mental yang menyebabkan anak kesulitan untuk fokus dan memusatkan perhatian.
Perbedaan autisme dan ADHD terletak pada gejala dan juga waktu diagnosisnya. Menurur dokter anak konsultan neurologi Prof Dr. dr. Hardiono D. Pusponegoro, Sp.A(K). saat konferensi pers Special Kids Expo (SPEKIX) 2024 di Jakarta, beberapa waktu lalu., gejala autis bisa disadari sejak anak masih berusia beberapa bulan. Sementara ADHD baru bisa didiagnosis saat anak sudah balita.
"Tidak boleh diagnosis ADHD kepada anak sebelum usianya 4 tahun. Lain antara ADHD dan autis," kata Prof. Hardiono
Dia menjelaskan bahwa autis punya dua gejala khas. Gejala pertama berupa gangguan interaksi dan gangguan komunikasi, termasuk tidak bisa bicara. Kedua, melalukan sesuatu secara berulang dalam waktu lama dan di tempat yang tidak sesuai.
"Misalnya sering putar-putar roda, senang menyeret mainan dalam waktu lama. Juga ada gangguan interaksi dan komunikasi, diajak bicara gak mau melihat mata. Pengalaman, kebanyakan anak baru datang sudah gak mau bicara, umur 2 tahun gak mau bicara," ungkap Prof. Hardiono.
Baca Juga: Melukis Asa: Anugrah, Penyandang Autisme yang Sukses Berkarya hingga Menempuh S2
Gara-gara hal ini, sering sekali orang tua salah kaprah mengira kalau anaknya alami keterlambatan bicara atau speach delay. Padahal, kalau saja orang tua lebih aware, tanda autis ini bisa jadi sudah terlihat sejak anak masih umur 4 bulan. Tanda paling mudah terlihat yakni anak tidak merespon ketika diajak bermain. Padahal, usia 4 bulan seharusnya bayi sudah bisa mengenali suara sekitarnya.
Sementara itu, lanjut Prof. Hardiono, perbedaan paling jelas antara autis dan ADHD terlihat pada kemampuan komunikasi. ADHD tidak menyebabkan anak mengalami gangguan berbahasa dan komunikasi. Hanya saja, sikapnya akan lebih hiperaktif dibandingkan anak sebayanya.
Namun, meski jarang terjadi, Prof. Hardiono tidak menampik kalau anak bisa jadi mengalami autis dan ADHD sekaligus.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?