Suara.com - Meski umum terjadi, biang keringat pada bayi bisa menjadi tanda adanya kondisi serius yang memerlukan penanganan dokter. Biang keringat atau miliaria terjadi karena adanya penyumbatan pada pori kulit sehingga keringat tidak dapat keluar.
Pada bayi, biang keringat disebabkan oleh pori-pori kulitnya yang kecil dan kelenjar keringat yang belum terbentuk sempurna. Biang keringat umumnya terjadi saat hawa udara terasa panas dan lembap.
Agar tidak bertambah parah, segera lakukan langkah-langkah berikut ini ketika Si Kecil menunjukkan tanda-tanda kepanasan atau muncul biang keringat di kulitnya:
1. Menyeka Keringat: Gunakan kain lembut dan bersih untuk menyeka keringat bayi secara teratur.
2. Mandi Air Hangat: Mandikan bayi dengan air hangat, lalu keringkan dengan lembut.
3. Pakaian Longgar: Pakaikan pakaian yang longgar dan terbuat dari bahan katun yang menyerap keringat.
4. Jaga Suhu Ruangan: Pastikan ruangan tetap sejuk dan tidak terlalu lembap.
Udara panas dan lembap adalah kondisi ideal bagi biang keringat untuk berkembang. Mengatasi biang keringat pada bayi memerlukan perhatian khusus terhadap kondisi lingkungan di sekitar mereka.
Salah satu solusi efektif adalah menggunakan dehumidifier, alat yang berfungsi mengurangi kelembapan udara di dalam ruangan. Menggunakan dehumidifier tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan umum, tetapi juga memiliki manfaat spesifik dalam mengatasi biang keringat pada bayi:
Baca Juga: Bayi Tiga Bulan Luka Parah Akibat Ditambak oleh Anggota Geng di Chicago
- Mengurangi Kelembapan yang Menyebabkan Biang Keringat: Biang keringat terjadi karena penyumbatan pori-pori yang disebabkan oleh kelembapan tinggi. Dengan mengurangi kelembapan udara, dehumidifier membantu mencegah terjadinya penyumbatan ini.
- Meningkatkan Kenyamanan Bayi: Bayi yang terkena biang keringat akan merasa sangat tidak nyaman dan rewel karena rasa gatal. Dengan menciptakan lingkungan yang kurang lembap, dehumidifier membantu mengurangi iritasi kulit dan meningkatkan kenyamanan bayi.
- Mengurangi Risiko Infeksi: Kulit yang terkena biang keringat lebih rentan terhadap infeksi. Dengan mengurangi kelembapan udara, risiko infeksi akibat biang keringat dapat diminimalkan.
Produk Notale Duico Dehumidifier With Air Purifier bisa menjadi pilihan yang tepat untuk menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan sehat bagi bayi dan ibu.
Di mana dehumidifier ini mampu menghilangkan hingga 650 mL air dari udara setiap 24 jam, menjadikannya alat yang efektif untuk mengurangi kelembapan di rumah Anda.
Dehumidifier ini dapat ditemukan di Forever Mom & Baby Expo dari tanggal 7 sampai 11 Agustus 2024, di ICE BSD City dengan diskon hingga 69%, flash sale, dan berbagai penawaran menarik lainnya hanya di event Forever Mom & Baby Expo.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?