Suara.com - Batuk adalah mekanisme alami tubuh untuk membersihkan saluran pernapasan dari iritasi atau benda asing. Namun, batuk yang terus-menerus dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Banyak obat batuk bebas yang tersedia di pasaran, namun memilih yang tepat bisa membingungkan.
Obat batuk dijual bebas (OTC) yang mudah didapat dan terjangkau bisa menjadi pilihan untuk bantu meredakan batuk. Namun di antara berbagai jenis obat batuk OTC yang ada, penting untuk memilih jenis obat sesuai dengan gejala yang dialami.
Dokter Patriotika Ismail, Sp. PD, dokter spesialis penyakit dalam RS EMC Cikarang menyebut bahwa pemilihan obat batuk OTC harus dilakukan dengan cermat. Karena kalau obat yang diminum tidak sesuai, gejala batuk bisa saja tidak akan teratasi.
“Sebaiknya memang di tahap awal dapat melakukan pengobatan sendiri untuk meredakan gejala batuk. Tapi sebelum itu, penting untuk mengetahui jenis batuk yang diderita, apakah batuk kering atau batuk berdahak dan apakah batuknya setelah terpapar suatu alergen atau tidak. Dan juga perlu diketahui sudah berapa lama menderita batuknya," kata dr. Patriotika dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com.
Lebih lanjut, dr. Patriotika juga menegaskan agar jangan ragu untuk segera menemui dokter jika batuk tidak kunjung sembuh.
Lalu, apa saja tips yang harus diperhatikan dalam memilih obat batuk bebas?
1. Kenali jenis batuk
Beda gejala batuk yang dialami, maka beda pula kandungan obat yang dibutuhkan untuk mengatasinya. Agar tepat sasaran, perhatikan kolom kandungan yang tertera dalam bungkus obat dan sesuaikan dengan jenis batuk yang dialami.
Batuk berdahak: disarankan mengonsumsi obat batuk OTC yang mengandung ekspektoran seperti guaifenesin.
Batuk kering: disarankan yang mengandung antitusif seperti dextromethorphan.
Batuk tidak berdahak yang diakibatkan alergi: sebaiknya minum obat batuk OTC yang mengandung chlorpheniramine atau antihistamin.
Baca Juga: Anak Batuk Jangan Asal Diberi Obat, Ini Bahayanya Kata Dokter Paru
2. Baca label dengan teliti
Seperti obat medis pada umumnya, obat batuk OTC, jika dikonsumsi tidak sesuai dosis dan jangka waktu yang disarankan bisa menimbulkan efek samping seperti mual, muntah dan perubahan tekanan darah. Untuk itu, penting untuk selalu membaca label dengan teliti, terutama mengenai dosis, efek samping, dan interkasi obat.
Dr. Elizabeth Angelina, dokter medis PT Bintang Toedjoe menjelaskan obat OTC lebih dianjurkan sebagai pertolongan pertama dan untuk batuk akut, bukan kronis.
“Penting untuk tetap menjaga dosis yang tepat pada saat memanfaatkan obat batuk OTC, karena konsumsi obat OTC berlebihan tidak hanya menguras dompet, tapi juga berdampak negatif bagi kesehatan. Sebagai bentuk pengobatan sendiri, konsumsinya harus sesuai dengan takaran yang dianjurkan dengan membaca aturan pakai dengan saksama,” tutur dr. Angel.
3. Obati penyebab batuk
Secara umum, batuk bersifat ‘self-limiting’ yang berarti akan hilang dengan sendirinya, sehingga obat batuk bebas ini sangat cukup untuk mengatasi gejala batuk di tahap awal. Tapi, jika batuk tak kunjung sembuh, perlu diwaspadai adanya penyebab batuk lainnya. Untuk itu, konsultasikan dengan dokter saat batuk tak kunjung sembuh untuk mencari tahu penyebabnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia