Suara.com - Saraf kejepit dan masalah struktur tubuh sering kali menjadi penyebab nyeri kronis yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari cedera, postur tubuh yang buruk, hingga degenerasi sendi.
Saraf terjepit adalah kondisi di mana terjadi tekanan berlebih pada saraf oleh jaringan-jaringan di sekitarnya, seperti jaringan tulang dan otot. Gangguan saraf ini dapat terjadi di seluruh bagian tubuh termasuk tulang belakang, pergelangan tangan, dan lainnya. Tanda yang paling umum dirasakan adalah rasa nyeri terpusat di area tubuh terkait.
Penyebab saraf terjepit atau dikenal juga sebagai kecetit bisa karena berbagai faktor, antara lain usia, kebiasaan sehari-hari, hingga kondisi medis tertentu. Pengobatannya pun tak bisa dilakukan secara sembarangan, mengingat tindakan yang kurang tepat dapat meningkatkan risiko kerusakan permanen pada saraf.
Salah satu metode penanganan saraf kejepit ditawarkan oleh Erika Halim, beauty terapis sekaligus pemilik Igorgeous Studio dan Genqi Indonesia. Ia memperkenalkan metode pengobatan dengan terapi genqi yang berasal dari China untuk membantu mengatasi beberapa penyakit dengan metode akupuntur tanpa jarum, yang merupakan perpaduan TCM (traditional Chinese Medicine) dengan budaya barat.
"Banyak pasien berkunjung karena permasalahan struktur badan yang bermasalah atau juga saraf kejepit. Rata-rata mereka pasien paruh baya yang merasakan nyeri mulai dari bagian punggung, kaki dan juga tangan," kata Erika Halim, saat ditemui di klinik Genqi Indonesia cabang Mampang, Jakarta Selaran, Kamis, (14/11/2024).
Menurutnya, jika masalah saraf kejepit dan juga struktur tubuh tidak diselesaikan dengan cepat, bisa menimbulkan efek yang fatal seperti kena serangan stroke dan merambah ke organ tubuh lainnya, misalnya mempengaruhi lever, pencernaan, dan fungsi organ vital lainnya.
Ia juga mengatakan bahwa saraf tidak bisa berfungsi dengan normal ketika mendapat tekanan berlebih dari jaringan yang ada di sekitarnya. Oleh karena itu, timbul rasa nyeri yang menjadi indikasi terjadinya saraf terjepit.
Selain itu faktor obesitas atau berat badan dan juga bertambahnya usia, juga bisa meningkatkan risiko terjadinya saraf terjepit. Hal lainnya adanya cedera lama dan juga akibat mengangkat beban berat, jarang berolahraga, ataupun aktivitas kerja kantoran dengan frekuensi duduk yang terlalu lama juga menjadi salah satu penyebab terjadinya gangguan tersebut.
"Saya menangani pasien saaraf kejepit dan juga lainnya dengan menggunakan alat Genqi. Jadi pasien merasakan akupuntur tanpa jarum, perpaduan tradisional chinese medicine dengan teknologi barat, pengobatan menggunakan frekuensi memasukkan “Qi” dalam tubuh," jelasnya.
Alat yang digunakannya itu akan mendeteksi dan membenarkan bagian tubuh yang terasa sakit seperti kesemutan atau kebas dan otot yang melemah di bagian tubuh yang terkena saraf terjepit.
"Jadi tubuh kita akan memberikan sinyal saat memiliki masalah atau gangguan, dan genqi ini bisa membantu mendeteksinya. Pasien umumnya akan di-treatment dengan genqi akupuntur berdurasi 40 menit sampai dengan 1 jam dengan level yang dinaikan secara berkala, tergantung apa keluhannya dan juga tergantung masa pengobatannya, ujar Erika yang pernah mengecap pendidikan di Malaysia dan juga China tersebut.
Untuk masalah gejala stroke, Erika memberikan gambaran terapi Genqi sangat efisien dan bermanfaat memberikan kestabilan bagi pasiennya. Meski demikian, pasien juga harus disiplin selama melakukan pengobatan genqi terapi
"Untuk pasien stroke misalnya, alat ini akan merangsang saraf yang mati. Dan sudah banyak pasien saya yang terkena stroke sudah bisa merasakan kembali rangsangan saraf mereka selama kurang lebih 3 atau 4 kali pertemuan. Namun, faktor yang tidak kalah pentingnya antara lain dukungan keluarga atau orang terdekat dan kemauan yang keras untuk sembuh dari si pasien tentunya akan sangat membantu percepatan sang pasien untuk sembuh," ucapnya lagi.
Budi, salah satu pasien yang melakukan treatmen di Igorgeous mengaku merasakan manfaat pengobatan gengqi dan kini lebih tampil sehat dan tidak mudah lelah saat melakukan rutinitas sehari-hari.
"Sudah hampir 2 bulan saya rutin di-treatment. Awalnya punggung bermasalah karena mungkin terlalu banyak duduk di kantor, kemudian mengendarai mobil dalam keadaan macet sehingga suka tegang di area leher dan punggung. Tapi setelah diperiksa oleh terapis di sini, juga ditemukan masalah lainnya seperti lever yang bermasalah sehingga gangguannya melebar ke saluran pencernaan. Kemudian saya ditangani menggunakan alat genqi dan saya merasakan ada peredaran darah yang tidak lancar pada bagian tubuh tertentu, khusunya bagian yang bermasalah. Setelah di-treatment, kini sudah lebih baik dan tidak kaku seperti sebelumnya. Habis diterapi, suhu tubuh kita juga hangat, namun kita dianjurkan untuk banyak minum air putih hangat dan jangan mandi kurang lebih 6 jam setelah kita treatment," kata Budi saat dijumpai selepas terapi genqi di klinik Mampang.
Erika Halim yang kini sudah membuka terapi Genqi di 4 cabang (Kelapa Gading, Mampang, Bali di Jimbaran dan Imam Bonjol ) dan dalam waktu dekat akan masuk pasar international Kanada, India dan Afrika, juga berpesan kepada pasiennya, selain tentunya melakukan treatment yang rutin, pasien juga dianjurkan untuk memulai pola makan yang benar dan melakukan olahraga rutin dengan intensitas yang disesuaikan dengan usia.
"Jadi walaupun pasien saya rutin melakukan terapi disini, menjaga pola hidup yang benar juga merupakan hal yang terpenting yang wajib dilakukan. Misalnya jika kita sudah memasuki usia paruh baya, harus mengurangi konsumsi makanan yang bersantan, lemak yang berlebihan, dan jauhi minuman bersoda juga es. Lebih bagus banyak minum air putih yang hangat dan teh hijau. Hal yang mungkin tidak bisa dideteksi oleh genqi apabila pasien tersebut memiliki plat dalam tubuhnya akibat operasi pasang pen. Dan untuk wanita, jika sedang datang bulan, sebaiknya diperiksa setelah masa periodenya selesai," demikian saran Erika.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!