Suara.com - Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menunjukkan, dari sekitar 200 jenis kanker yang ada, kanker payudara merupakan jenis kanker terbanyak di dunia dan paling umum terjadi pada perempuan.
Fakta inilah yang menjadikan kanker payudara sebagai salah satu masalah kesehatan yang harus ditangani dengan serius.
"Nah, salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah Kesehatan tersebut adalah edukasi tentang pentingnya deteksi dini kanker payudara," kata Dokter spesialis bedah onkologi, dr. Iskandar Sp.B.Subsp.Onk(K),MPH saat sosialisasi logo "Ayo SADARI Setelah Menstruasi," yang diinisiasi oleh Charm menggandeng Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI), ditulis Rabu (20/11/2024).
Deteksi dini kanker payudara, lanjut dia, dapat dilakukan dengan Periksa Payudara Sendiri (SADARI).
“Sama halnya dengan penyakit lain, kanker payudara pun sangat penting untuk bisa dideteksi secara dini. Karena, jika bisa dideteksi secara dini, maka peluangnya tinggi untuk bisa disembuhkan. Oleh karena itu, marilah biasakan untuk melakukan periksa payudara sendiri secara rutin setiap bulan pada 1 minggu hingga 10 hari pertama setelah selesai menstruasi,” imbau dr. Iskandar.
Lantas apa lagi manfaat deteksi dini kanker payudara? Berikut penjelasannya mengutip dari laman Kemkes.go.id.
1. Tingkatkan Peluang Kesembuhan
Kanker payudara yang terdeteksi dini memiliki peluang kesembuhan yang lebih tinggi. Kanker payudara yang terdeteksi dini memiliki angka harapan hidup yang tinggi, mencapai 99% untuk kanker yang terlokalisasi dan 85% untuk kanker yang sudah menyebar.
2. Biaya Pengobatan Lebih Murah
Baca Juga: Penyakit Jantung Ancam Generasi Muda, Ini Cara Menghindarinya
Biaya pengobatan kanker payudara stadium dini lebih murah ketimbang kanker pada stadium lanjut.
3. Kualitas Hidup Lebih Baik
Deteksi dini kanker payudara dapat meningkatkan kualitas hidup pengidapnya.
4. Menurunkan Kecemasan
Melakukan Periksa Payudara Sendiri (SADARI) secara rutin dapat membantu mengurangi kecemasan terkait kesehatan payudara.
5. Memberdayakan Perempuan
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!
-
Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini
-
IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik
-
Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada
-
Hati-hati Memilih ART, Ini Alasan Rekrutmen Tradisional Justru Ancam Keamanan Keluarga