Suara.com - Kesehatan karyawan adalah salah satu aset utama bagi perusahaan. Karenanya, menjadi sangat penting untuk menjaga kesehatan karyawan demi keberlanjutan operasional perusahaan.
Salah satu caranya adalah melalui pencegahan penyakit menular di lingkungan kerja. Termasuk Demam Berdarah Dengue (DBD) yang jumlah kasusnya kian meningkat.
Pada tahun 2024, jumlah kumulatif kasus DBD di Indonesia sampai dengan minggu ke-45 adalah 217.019 kasus. Incidence Rate (IR) sekitar 77,55/100.000 penduduk, dan terdapat 1.255 kematian dengan Case Fatality Rate (CFR) 0,58%.
Dr. dr. Astrid B. Sulistomo, MPH, SpOK, Subsp.BioKo(K), Ketua Umum PERDOKI, menggarisbawahi semua orang berisiko terjangkit virus DBD, terlepas dari usia, gaya hidup, dan di mana seseorang tinggal.
"DBD ini bukan hanya penyakit yang mengancam nyawa, tetapi juga menimbulkan beban yang cukup besar, baik bagi pasien dan keluarganya, perusahaan, maupun negara," kata dia dalam acara peluncurkan gerakan “Sinergi Aksi Perusahaan (SIAP) Lawan Dengue” oleh Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), PT Bio Farma, dan PT Takeda Innovative, Kamis (21/11).
Kasus DBD lanjut dia banyak terjadi pada kelompok usia produktif, antara 15 hingga 44 tahun—mayoritas kelompok yang tidak hanya tengah aktif bekerja tetapi juga menjadi pilar bagi keluarga dan komunitas mereka.
Bagi mereka yang terinfeksi, DBD sering kali membawa beban fisik dan emosional, yang berdampak pada kualitas hidup pasien dan keluarga yang mendampingi. Apalagi, seseorang dapat terjangkit DBD lebih dari satu kali.
"Kalau ada yang bilang, sudah pernah terkena DBD dan menjadi kebal, tidak bisa terkena lagi, itu tidak benar. Virus dengue yang terdiri dari 4 serotipe, dapat menjangkit seseorang lebih dari satu kali, dan biasanya infeksi berikutnya berisiko lebih parah," pungkas dia.
Untuk itulah pencegahan penyakit seperti DBD tidak hanya menjaga kesejahteraan individu, tetapi juga mendukung lingkungan kerja yang produktif dan efisien.
Baca Juga: Dinilai Bukan Karyawan, Kasus Dugaan Intimidasi Hanni NewJeans Ditutup
Keuntungan Perusahan Memiliki Program Kesehatan yang Baik
Profesional Keuangan serta Praktisi Investasi dan Gaya Hidup Sehat, Adrian Maulana, menekankan pentingnya perusahaan memiliki program kesehatan untuk karyawan.
Menurut Adrian manfaat dari program semacam ini sangat signifikan, baik untuk karyawan maupun perusahaan. Di antaranya kata dia dapat menekan potensi absensi karena karyawan tersebut sakit.
"Bayangkan jika hal tersebut terjadi pada talenta-talenta terbaik perusahaan kita. Ini jelas menjadi sebuah peringatan yang harus kita perhatikan dengan serius," kata Adrian dalam kesempatan yang sama.
Lainnya yang tak kalah penting, lanjut dia adalah efisiensi operasional melalui langkah preventif, khususnya dalam pengelolaan biaya kesehatan karyawan.
"Jika kita bicara soal biaya rumah sakit, misalnya untuk kamar VIP atau kelas 1, biaya per malamnya sudah di atas 1,5 hingga 2 juta rupiah," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Kepulangan Jenazah Praka Farizal dari Lebanon ke Kulon Progo Diestimasikan Tiba Jumat Lusa
-
Update Tarif Listrik per kWh April 2026, Apakah Ada Kenaikan Harga?
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
Terkini
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya