Suara.com - Dokter Azmi, influencer kesehatan meninggal dunia setelah mengalami pecah pembuluh darah otak. Kabar ini segera jadi pembahasan di internet, termasuk apa penyebab pembuluh darah pecah.
Dokter berusia 35 tahun, sebelum meninggal mengeluh sakit kepala hebat. Diduga ia menderita aneurims otak yang mana kemunculan aneurisma otak ditandai dengan sakit keala hebat karena pembuluh darah pecah.
Pembuluh darah merupakan organ tubuh yang berfungsi untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Akan tetapi karena dipicu oleh berbagai macam hal, pembuluh darah bisa mengalami berbagai macam hal. Salah satu masalah fatal yang dapat dialami oleh pembuluh darah adalah pembuluh darah pecah.
Dikutip dari halodoc, penyebab pembuluh darah pecah bisa beragam. Penyebab pertama bisa berupa cedera fisik akibat terbentur hingga pembuluh darah pecah. Sel darah merah bocor dan terkumpul di bawah kulit sehingga timbul memar. Jika tidak serius, biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam 2-4 minggu.
Penyebab kedua dan cukup penting untuk diperhatikan adalah terjadi peradangan pada pembuluh darah disebut dengan vaskulitias. Pembuluh darah kapiler atau pembuluh darah arteri besar seperti aorta bisa terpengaruh. Ketika meradang, ini bisa mengakibatkan pembuluh darah melemah dan meregang hingga mengakibatkan aneurisma. Kondisi inilah yang disebut-sebut telah merenggut nyawa Dr. Izmi. Aneurisma sendiri merupakan kondisi dimana terjadi tonjolan di bagian arteri lemah dan rusak. Jika terus berlanjut, pembuluh darah menipis sehingga pecah dan mengakibatkan perdarahan ke dalam jaringan.
Penyebab ketiga pembuluh darah pecah bisa karena varises, yang mana katup kecil di dalam pembuluh darah berhenti bekerja dengan baik, mengakibatkan darah terkumpul di dalam pembuluh darah. Tekanan yang terus meningkat dapat menyebabkan pembuluh darah melemah dan semakin rentan mengalami kerusakan. Apabila pembuluh darah kecil pecah akan terlihat warna kemerahan pada kulit.
Penyebab keempat pembuluh darah pecah adalah hipertensi. Ini merupakan gejala yang cukup berbahaya karena bisa menjadi penyebab stroke yang paling umum. Hipertensi yang bergerak konstan melalui arteri yang melemah bisa menyebabkan tonjolan (aneurisma). Aneurisma berpotensi pecah dan menyebabkan pendarahan internal yang dapat mengancam jiwa.
Penyebab kelima pembuluh darah pecah adalah Aterosklerosis, yakni kondisi di mana pembuluh darah arteri mengalami pengerasan karena tumpukan plak dari kalsium dan kolesterol. Tumpukan plak mengakibatkan arteri menyempit dan menyumbat aliran darah untuk melewati arteri.
Demikian penyebab pembuluh darah pecah. Semoga bermanfaat.
Baca Juga: Apa Itu Aneurisma Otak? Kondisi yang Dialami Dokter Azmi Fadhlih Sebelum Meninggal Dunia
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat