Suara.com - Baru-baru ini, publik dihebohkan dengan wabah flu di China yang menyebar dengan cepat. Berbagai rumah sakit di kota-kota besar di China kembali penuh dengan pasien yang mengalami demam tinggi, batuk, dan flu. Situasi ini mengingatkan banyak orang pada awal pandemi COVID-19 di akhir 2019 karena gejalanya cenderung mirip.
Di media sosial, banyak beredar video yang menunjukkan antrean panjang di rumah sakit, terutama di bagian anak-anak. Banyak orang tua datang ke rumah sakit sejak dini hari untuk mendapatkan nomor antrean agar anak mereka bisa segera ditangani.
Ruang infus dipadati pasien hingga tak ada tempat kosong tersisa. Kekhawatiran masyarakat semakin meningkat, terutama karena sebagian besar warganet mencurigai bahwa gejala ini lebih serius daripada flu biasa.
Lantas, bagaimana perkembangan terkini dari kasus wabah flu di China yang cepat menyebar seperti COVID-19 ini, dan apakah masyarakat akan menghadapi pandemi baru di depan mata? Berikut ulasannya.
Data Pemantauan dan Lonjakan Kasus
Peningkatan kasus ini terlihat di berbagai institusi medis di China. Li Hongye, Kepala Dokter di Rumah Sakit Perempuan dan Anak di Zhumadian, melaporkan bahwa jumlah pasien rawat inap pada bulan Desember meningkat hingga sepuluh kali lipat dibandingkan November.
Mengutip dari China Daily, dalam periode 2 hingga 8 Desember 2024, tercatat 40 wabah flu di berbagai provinsi, baik di Tiongkok selatan maupun utara. Virus HMPV juga menjadi perhatian khusus karena tingkat positifnya meningkat, terutama pada anak-anak di bawah usia 14 tahun.
Pihak kesehatan China menyebut lonjakan kasus ini disebabkan oleh penyebaran Influenza A (flu A) dan Virus Human Metapneumovirus (HMPV). Namun, banyak orang masih meragukan hal ini, karena gejalanya dinilai mirip dengan awal infeksi COVID-19.
Baca Juga: China Buka Lowongan Kerja Jagain Mayat, Gajinya Berapa?
Kan Biao, Direktur Institut Penyakit Menular di Pusat Pengendalian Penyakit China, menyebutkan bahwa peningkatan kasus ini merupakan bagian dari penyebaran musiman flu yang intens. Ia menegaskan bahwa tingkat infeksi COVID-19 tetap berada pada level rendah.
Namun, virus HMPV, yang turut menjadi penyebab ledakan kasus ini, belum memiliki obat atau vaksin khusus, sehingga kekhawatiran masyarakat sangat tinggi.
Para dokter juga menyampaikan bahwa sebagian besar kasus flu ini dapat sembuh sendiri dalam lima hingga tujuh hari, terutama pada orang dengan fungsi kekebalan tubuh yang baik. Namun, kelompok rentan seperti lansia, bayi, ibu hamil, dan individu dengan imunitas rendah berisiko mengalami komplikasi serius.
Selain itu, laporan pemantauan terbaru menunjukkan peningkatan jumlah infeksi human metapneumovirus, terutama pada anak-anak di bawah usia 14 tahun. Virus ini diketahui dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan akut seperti bronkiolitis, asma, dan pneumonia, terutama pada bayi, anak kecil, serta individu dengan sistem imun yang lemah.
Apakah Era Pandemi akan Terjadi Lagi?
Meskipun situasi ini mengingatkan publik pada awal pandemi COVID-19, para ahli menekankan bahwa wabah flu ini berbeda karena tingkat keparahan kasus dan angka kematian relatif rendah. Selain itu, vaksinasi COVID-19 yang telah masif dilakukan memberikan perlindungan tambahan bagi masyarakat.
Tag
Berita Terkait
-
Apa Itu Influenza A dan HMPV? Bikin Geger usai Isu Wabah Virus Mirip Covid di Tiongkok
-
China Uji Coba Sistem Pemantau Pneumonia Misterius, Apa Pelajaran untuk Indonesia?
-
Rumah Sakit di China Kembali Kewalahan Pasien 'Flu' Parah Mirip Covid-19
-
3 Drama China yang Dibintangi Meng Zi Yi di WeTV, Terbaru Ada Blossom
-
Sesumbar Brand Tiongkok: 5 dari 10 Top Mobil Global akan Dikuasai China
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas
-
Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak
-
Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik
-
Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks
-
Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin
-
Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala
-
Jangan Lewat 4,5 Jam! Dokter Ungkap Golden Period Penanganan Stroke yang Bisa Selamatkan Otak
-
Bukan Sekadar Datang Bulan, Ini Fakta Penting Menstruasi Remaja yang Sering Disalahpahami
-
Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter
-
Bukan Sekadar Main Kartu, Domino Kini Diakui sebagai Olahraga Pikiran