Suara.com - Setelah menstruasi, beberapa wanita mungkin menyadari adanya perubahan aroma pada area Miss V. Cara menghilangkan bau pada Miss V setelah haid menjadi perhatian penting untuk menjaga kesehatan kewanitaan.
Sebenarnya, Miss V memiliki aroma khas yang normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Namun, bau yang menyengat, seperti bau busuk atau anyir, bisa menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang perlu diperhatikan. Berikut ini beberapa tips yang bisa kamu lakukan supaya Miss V tidak bau menyengat!
Tips Menghilangkan Bau Miss V Setelah Haid
Miss V yang berbau biasanya disebabkan oleh sisa darah menstruasi, perubahan pH, atau kebersihan yang kurang optimal. Untuk membantu kamu menjaga kebersihan dan kesehatan area kewanitaan, berikut adalah beberapa tips yang dapat dilakukan untuk menghilangkan bau pada Miss V setelah haid.
- Membersihkan Vagina dengan Benar
Langkah pertama yang sangat penting adalah menjaga kebersihan area kewanitaan. Bersihkan Miss V dengan air mengalir, dan gunakan sabun kewanitaan yang bisa menjaga keseimbangan pH.
Jangan menggunakan sembarang sabun untuk membersihkan Miss V. Lebih baik jika kamu belum membeli sabun kewanitaan, cukup bersihkan dengan air mengalir.
- Mengonsumsi Makanan Probiotik
Probiotik, seperti yang terdapat dalam yogurt, kefir, kimchi, atau tempe, dapat membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di tubuhmu. Mengonsumsi makanan kaya probiotik secara rutin dapat mendukung kesehatan sistem pencernaan sekaligus memberikan manfaat bagi area kewanitaan.
Bakteri baik ini bekerja dengan menjaga pH Miss V tetap seimbang. Manfaat lainnya adalah mengurangi risiko pertumbuhan bakteri jahat dan mencegah bau tidak sedap.
Kamu juga bisa memilih suplemen probiotik jika sulit mendapatkan makanan ini. Namun, pastikan memilih produk yang terpercaya dan sesuai dengan kebutuhan tubuhmu.
- Mengurangi Konsumsi Makanan Manis
Terlalu banyak makanan manis dapat memicu pertumbuhan jamur di tubuh, termasuk di area kewanitaan. Kok bisa?
Baca Juga: Rasa Sakitnya Sama! Ini Beda Nyeri Haid vs Usus Buntu
Sebab, ada peningkatan kadar gula dalam darah. Jika kamu makan makanan manis yang bukan dari real food, maka kadar gula pun tinggi. Termasuk terkandung dalam cairan di Miss V.
Kondisi ini bisa memicu tumbuhnya jamur Candida yang berlebihan, sehingga dapat memicu keputihan bahkan infeksi karena jamur.
Jadi, cara menghilangkan bau pada Miss V berikutnya adalah dengan membatasi konsumsi gula. Kamu bahkan bisa mencegah masalah bau tidak sedap yang disebabkan oleh infeksi jamur.
- Pastikan Rutin Mengganti Pembalut
Saat menstruasi, pastikan kamu mengganti pembalut setiap 4-6 jam, atau lebih sering jika diperlukan. Mengganti pembalut secara rutin tidak hanya membantu mengurangi risiko bau akibat penumpukan darah haid yang bercampur dengan bakteri, tetapi juga mencegah iritasi dan menjaga area kewanitaan tetap nyaman.
Jangan lupa untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah mengganti pembalut untuk memastikan kebersihan optimal. Kemudian, pilih pembalut yang nyaman untuk kamu, dan pastikan tidak menyebabkan iritasi.
- Menggunakan Celana yang Longgar
Celana yang terlalu ketat dapat menyebabkan area kewanitaan menjadi lembab, yang merupakan kondisi ideal bagi bakteri dan jamur untuk berkembang. Selain itu, celana yang ketat dapat meningkatkan gesekan pada kulit, yang bisa menyebabkan iritasi dan rasa tidak nyaman.
Berita Terkait
-
Kenali Penyebab Nyeri Haid, IDI Deiyai Berikan Informasi Pengobatan
-
Depresi dan Kurang Tidur Perparah Nyeri Haid, Ini Faktanya dan Wanita Wajib Tahu!
-
Menstruasi Selesai? Begini Cara Mandi Wajib yang Sesuai Sunnah
-
Ulasan Buku Period Power, Meningkatkan Produktivitas Saat Datang Bulan
-
Kenali Tanda Selesai Haid Menurut Syariat Islam, Agar Bisa Segera Bersuci dan Beribadah
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
Pilihan
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
Terkini
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin