Suara.com - Tak hanya dikenal dengan rasanya yang manis, kurma juga memiliki segudang manfaat bagi kesehatan, terutama saat bulan Ramadan. Buah yang populer di kala puasa ini tak hanya membantu Anda merasa kenyang lebih lama, tetapi juga berperan dalam menjaga stamina dan kesehatan tubuh selama beribadah.
Menariknya, kurma adalah salah satu buah tertua di dunia yang tetap digemari hingga kini, termasuk oleh anak-anak. Rasanya yang lezat dan kandungan gizinya yang kaya menjadikannya camilan sehat yang cocok dikonsumsi kapan saja. Jadi, tak ada salahnya untuk selalu menyediakan stok kurma di rumah sebagai pilihan makanan bergizi selama Ramadan.
Ragam manfaat kurma
Berkat kandungan nutrisi, antioksidan, mineral, dan vitamin di dalamnya, kurma memiliki berbagai manfaat berikut bagi kesehatan.
1. Mendukung kesehatan sistem pencernaan
Kurma termasuk buah yang tinggi serat dan karbohidrat kompleks. Artinya, buah ini cocok untuk melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit.
Beragam penelitian juga telah membuktikan bahwa kurma bisa menjaga keseimbangan bakteri baik di dalam usus sehingga menghindarkannya dari penyakit.
2. Membantu mengontrol gula darah
Meski manis, kandungan gula pada buah kurma ternyata masih aman dikonsumsi pemilik diabetes. Pasalnya, indeks glikemik buah ini cukup rendah sehingga tidak membuat kadar gula mudah melonjak.
Baca Juga: Kemenag Mulai Bagikan Kurma dari Raja Salman, Siapa Saja Boleh Dapat
Berkat kandungan antioksidan yang dimilikinya, kurma bahkan bisa membantu mengontrol kadar gula darah.
3. Mendukung kesehatan tulang
Manfaat kurma bagi kesehatan berikutnya adalah mendukung kesehatan tulang. Meski tidak setinggi susu, kurma rupanta mengandung kalsium, kalsium, fosfor, dan kalsium yang baik bagi tulang Anda.
4. Menurunkan risiko anemia
Zat besi yang menjadi salah satu mineral dalam kurma akan sangat bermanfaat untuk mendukung pembentukan sel darah merah. Dengan begitu, kurma akan membantu menurunkan risiko anemia.
Buah ini juga tinggi vitamin B6 dan seng yang bisa mengoptimalkan fungsi hemoglobin dalam tubuh.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS