Suara.com - Bulan Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang meningkatkan kepekaan sosial dan menumbuhkan kepedulian pada sesama. Momen istimewa ini menjadi kesempatan emas bagi orang tua untuk mengajarkan nilai-nilai luhur kepada anak-anak sejak dini.
Suasana Ramadan yang penuh dengan ibadah dan kebaikan menciptakan lingkungan yang kondusif untuk menanamkan nilai-nilai positif pada anak.
Tak hanya itu, dengan berpuasa di bulan Ramadan, anak-anak akan belajar merasakan bagaimana rasanya lapar dan haus, sehingga menumbuhkan empati terhadap mereka yang kurang beruntung.
Memaknai bulan suci ini dengan cara yang lebih kreatif dan menyenangkan, Taro, makanan ringan legendaris yang telah berusia 40 tahun, menghadirkan program Taro Hunt Ramadan (THR).
Menggabungkan nilai-nilai Ramadan dengan konsep adventure parenting, keluarga Indonesia diajak untuk menebar kebaikan sambil bersama-sama melakukan kegiatan seru dan bermakna bagi sesama.
Riza Arief Rahman, VP-Head of Marketing FKS Food Sejahtera mengatakan, “Taro memahami bahwa peranan orang tua dan keluarga sangat penting bagi pembentukan karakter anak ke depan. Kami ingin mengajak orang tua Indonesia untuk berpetualang bersama anak mereka untuk terus tumbuh bersama. Oleh karena itu, kami menghadirkan Taro Rangers Family Adventaro, bekerja sama dengan Youreka, sebagai pengalaman interaktif yang mempererat hubungan orang tua dan anak."
Di Ramadan ini, para orang tua diajak untuk menanamkan salah satu nilai dasar budi pekerti yang akan membantu mereka dalam kehidupan sehari-hari, yaitu compassion (kepedulian).
Damar Wahyu Wijayanti selaku Certified Positive Discipline Parent Educator sekaligus co-Founder goodenoughparents.id, turut memberikan wawasan baru bagi para orang tua dalam acara Taro Rangers Family Adventure bersama Youreka, Sabtu (15/3/2025).
“Ramadan adalah momen yang ideal untuk menanamkan nilai compassion dan budi pekerti pada anak. Dengan memanfaatkan pendekatan adventure parenting, orang tua dapat menerapkan strategi pengasuhan yang efektif, sekaligus memberikan pengalaman nyata yang memperkuat ikatan keluarga,” ujar Damar.
Baca Juga: Ramadan Harus Jadi Momen Toleransi, Gus Ipul Ingatkan Tak Perlu Ada Razia Rumah Makan Saat Puasa
Melalui program THR di atas, keluarga Indonesia diajak untuk terlibat dalam berbagai aktivitas inspiratif, antara lain Petualangan Berburu Kebaikan, Taro Rangers Berbagi, serta Multipack Awareness & Donasi.
Melalui kegiatan yang penuh dengan petualangan seperti Taro Hunt Ramadan, menurut Damar, para orang tua bisa memaksimalkan momen suci ini untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan dan membentuk karakter anak dengan cara yang menyenangkan dan bermakna.
Di sisi lain, Michael Ruly, Founder Youreka Kids Farm menjelaskan bahwa tempat bermainnya senantiasa memberi ruang interaktif bagi anak dan keluarga untuk bereksplorasi, bereksperimen, dan belajar hal-hal baru dengan cara yang menyenangkan.
"Dengan menyajikan arena bermain yang seru, kami juga menekankan aspek pembelajaran dan nilai kehidupan. Harapannya, semangat petualangan yang tercipta di sini dapat terus berkembang dan menjadi bekal positif bagi anak-anak di luar Ramadan," kata Michael.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya
-
2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik