Suara.com - Kanker payudara masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia. Setiap tahunnya, diperkirakan ada sekitar 65.000 kasus baru. Berdasarkan data Globocan 2020, kanker jenis ini menyumbang 16,6 persem dari total kasus kanker baru di Indonesia—tertinggi dibanding jenis kanker lainnya.
Sayangnya, sebagian besar kasus baru kanker payudara terdeteksi saat sudah memasuki stadium lanjut. Sekitar 70 persen pasien baru diketahui mengidap kanker ketika sudah berada di stadium 3, yang membuat proses penanganan menjadi lebih sulit dan risiko kematian meningkat.
Merespons kondisi ini, berbagai pihak mulai mendorong pentingnya deteksi dini dan edukasi seputar kanker payudara. Salah satu inisiatif yang muncul adalah program Semangat Melawan Kanker (SELANGKAH) dari Siloam Hospital yang digelar di Palangka Raya pada Sabtu (19/4).
Ini bersamaan dengan peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-53. Program ini menyediakan layanan pemeriksaan payudara gratis dengan menggunakan mamografi atau USG, serta sesi edukasi bagi masyarakat. Kegiatan ini juga melibatkan pemerintah daerah dan Tim Penggerak PKK Kalimantan Tengah.
“Program ini diharapkan bisa membantu masyarakat lebih sadar tentang pentingnya pemeriksaan dini, karena banyak yang baru datang ke rumah sakit saat sudah terlambat,” ujar dr. Indriyani Wijaya, Direktur RS Siloam Palangka Raya, di sela acara.
Kegiatan ini juga menjadi contoh kerja sama antara sektor swasta dan organisasi masyarakat. Ketua Tim Penggerak PKK Kalteng, Aisyah Thisia Agustiar Sabran, mengatakan bahwa kolaborasi seperti ini perlu diperluas agar lebih banyak perempuan bisa mendapat akses informasi dan pemeriksaan dasar terkait kesehatan payudara.
Program serupa sebelumnya telah dilaksanakan di beberapa lokasi lain, termasuk di Barito Selatan dan Lapas Wanita Palangka Raya.
Dengan keterlibatan banyak pihak dan kemudahan akses layanan, upaya deteksi dini diharapkan dapat memperkecil risiko keterlambatan penanganan serta meningkatkan kualitas hidup pasien kanker payudara di Indonesia.
Kanker Payudara
Baca Juga: Profil Suho EXO, Leader Grup Kpop yang Diangkat Jadi Duta Kehormatan YKAKI
Sebagai informasi Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang paling umum terjadi di Indonesia, terutama pada perempuan. Meski jarang, kondisi ini juga bisa menyerang laki-laki. Menurut data Kementerian Kesehatan, kanker payudara menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi akibat kanker di kalangan perempuan.
Kondisi ini terjadi saat sel-sel di jaringan payudara tumbuh secara tidak normal dan tidak terkendali. Umumnya, kanker ini bermula dari kelenjar susu (lobulus) atau saluran susu (duktus), namun dapat juga berasal dari jaringan ikat atau lemak di payudara. Bila tidak segera ditangani, sel-sel kanker bisa menyebar ke organ tubuh lain atau mengalami metastasis.
Penting bagi masyarakat untuk mengenali gejala awal dan melakukan deteksi dini guna meningkatkan peluang kesembuhan. Dua metode yang umum dianjurkan adalah:
- SADARI (Periksa Payudara Sendiri): Pemeriksaan secara mandiri untuk mendeteksi adanya perubahan atau benjolan di area payudara. Idealnya dilakukan setiap bulan.
- SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis): Pemeriksaan medis oleh tenaga profesional, yang bisa mencakup mamografi terutama bagi perempuan berusia 40 tahun ke atas.
Selain pemeriksaan rutin, penting juga untuk mewaspadai gejala seperti benjolan yang tidak hilang, perubahan bentuk atau warna kulit di payudara, keluarnya cairan dari puting, atau nyeri yang tidak biasa.
Beberapa rumah sakit kini menyediakan layanan terpadu untuk penanganan kanker payudara secara menyeluruh, mulai dari pemeriksaan hingga terapi lanjutan. Layanan semacam ini bertujuan memudahkan pasien dalam mengakses berbagai jenis pemeriksaan dan pengobatan dalam satu tempat.
Langkah pencegahan seperti menjaga gaya hidup sehat, berolahraga teratur, mengurangi konsumsi alkohol, dan menyusui bayi jika memungkinkan juga dapat membantu menurunkan risiko.
Meningkatkan kesadaran dan akses terhadap informasi serta layanan deteksi dini menjadi kunci untuk menekan angka kasus dan kematian akibat kanker payudara. Karena pada akhirnya, penanganan yang cepat dan tepat sangat menentukan masa depan pasien.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak
-
Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh
-
Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma
-
Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini
-
Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga
-
Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak