“Namun, perlindungan optimal hanya bisa diperoleh bila vaksinasi dilakukan sesuai dosis yang dianjurkan,” tambahnya.
Praktik Baik dari Daerah
Menanggapi urgensi penanganan dengue, beberapa pemerintah daerah mengambil langkah progresif dengan menerapkan vaksinasi sebagai strategi pencegahan.
Kalimantan Timur menjadi pelopor program vaksinasi dengue publik pertama di dunia. dr. H. Jaya Mualimin, SpKJ, M.Kes, MARS, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, menjelaskan bahwa program ini dimulai pada November 2023 di Balikpapan, menyasar 9.800 anak usia sekolah dasar.
“Hasilnya sangat menggembirakan. Angka hospitalisasi menurun, dan tidak ditemukan infeksi ulang pada anak-anak yang telah mendapatkan vaksin dosis lengkap,” jelas dr. Jaya. Program ini juga telah diperluas ke Samarinda, mencakup lebih dari 2.700 anak.
Sementara itu, Kabupaten Probolinggo menjadi wilayah pertama di Pulau Jawa yang menjalankan program serupa.
“Pada September 2024, kami vaksinasi 1.120 anak di Kecamatan Paiton. Hingga saat ini, tidak ditemukan kasus baru dengue pada anak-anak yang telah divaksin,” ungkap dr. Hariawan Dwi Tamtomo, MMKes, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo.
Program ini sejalan dengan Strategi Nasional Penanggulangan Dengue (STRANAS) 2021–2025, khususnya dalam aspek inovasi dan pendekatan berbasis bukti.
Dukungan dari mitra juga menjadi elemen penting dalam keberhasilan program pencegahan dengue. Andreas Gutknecht, Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, menyampaikan apresiasinya atas langkah konkret pemerintah daerah dan ADINKES.
Baca Juga: Pekan Imunisasi Dunia 2025: Terobosan Baru untuk Lindungi Kesehatan Sepanjang Hayat
“Sebagai negara kepulauan, tantangan Indonesia sangat kompleks. Kami mendukung berbagai inisiatif yang dilakukan pemerintah daerah untuk melindungi masyarakat dari dengue,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya edukasi dan perilaku hidup bersih. “Masyarakat tetap perlu menerapkan 3M Plus secara konsisten, serta mempertimbangkan metode pencegahan inovatif agar perlindungan menjadi lebih menyeluruh.”
Ketua ADINKES, dr. M. Subuh, MPPM, menegaskan bahwa Semiloka Nasional 2025 adalah langkah strategis untuk memperkuat peran desa dalam pencegahan penyakit.
“Kami percaya bahwa kolaborasi lintas sektor dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di tingkat desa adalah kunci menciptakan sistem kesehatan yang tangguh dan berkelanjutan,” tegasnya.
Melalui forum ini, ADINKES berharap dapat menjadi penggerak transformasi sistem kesehatan nasional. Dengan komitmen dan sinergi dari semua pihak, cita-cita mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih sehat dan bebas dari ancaman penyakit seperti dengue semakin nyata.
Berita Terkait
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 30 Kode Redeem FF 25 Maret 2026: Klaim Bundle Panther Gratis dan Skin M14 Sultan Tanpa Top Up
- 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaru Murah dengan Spek Gahar, Mulai Rp1 Jutaan
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien
-
Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards
-
Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi
-
Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan
-
Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit
-
Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?