- Penguatan sistem evakuasi dan peringatan dini yang menyasar keluarga dengan bayi dan balita.
- Pembangunan rumah tahan badai, minimal dengan standar atap kokoh dan sistem sanitasi yang baik.
- Integrasi respons bencana dalam sistem kesehatan anak, termasuk posyandu dan layanan ibu hamil.
- Pemetaan risiko dan dukungan berbasis data, seperti yang dilakukan oleh beberapa pemerintah lokal di Filipina dan Bangladesh.
Mengapa Ini Penting untuk Indonesia?
Meskipun Indonesia tidak termasuk dalam tujuh negara yang diteliti, pelajaran dari studi ini sangat relevan. Sebagai negara yang kerap dilanda bencana hidrometeorologi seperti badai tropis, banjir, dan gelombang panas, sistem perlindungan terhadap anak dan ibu hamil menjadi prioritas adaptasi iklim nasional.
Pemerintah dan lembaga kemanusiaan di Indonesia dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai dasar untuk mengembangkan kebijakan lebih inklusif dan proaktif dalam menghadapi risiko bencana berbasis iklim.
Seperti diungkap Wagner, “Untuk melindungi anak-anak dari ancaman iklim, kita perlu memahami bukan hanya di mana risiko itu paling tinggi, tapi juga mengapa beberapa tempat mampu bertahan lebih baik.”
Dengan memperkuat sistem kesehatan anak dan respons bencana secara lokal, kita bisa menekan risiko dan menjamin bahwa generasi mendatang tumbuh dalam kondisi yang lebih aman—meski di tengah iklim yang berubah.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic