Suara.com - Bagi orang tua baru, memahami perbedaan car seat dan baby carrier sering kali membingungkan.
Keduanya sama-sama digunakan untuk membawa bayi, tetapi fungsi dan cara penggunaan car seat maupun baby carrier sangat berbeda.
Memilih antara car seat dan baby carrier bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga menyangkut keamanan dan kebutuhan aktivitas harian Anda bersama si kecil.
Untuk membantu Anda menentukan pilihan terbaik, berikut penjelasan lengkap seputar perbedaan keduanya dan mana yang lebih sesuai untuk kebutuhan keluarga Anda.
Perbedaan Car Seat dan Baby Carrier
Berikut ini beberapa perbedaan car seat dan baby carrier berdasarkan fungsi, kenyamanan, keamanan, hingga masa pakainya.
1. Fungsi utama
Car seat dirancang khusus untuk menjaga keselamatan bayi saat berada di dalam mobil. Fungsinya adalah menahan tubuh bayi agar tetap stabil dan terlindungi jika terjadi benturan saat berkendara.
Sementara itu, baby carrier digunakan untuk membawa bayi secara langsung di tubuh orang tua, baik di depan, di belakang, maupun di pinggul sehingga memudahkan mobilitas terutama saat berjalan kaki.
2. Tempat penggunaan
Baca Juga: Budget Rp 50 Juta? Intip 5 Mobil Matic Bekas dengan Mesin Irit untuk Perkotaan
Perbedaan car seat dan baby carrier juga terlihat dari lokasi penggunaannya. Car seat hanya digunakan di dalam kendaraan dan wajib dipasang dengan benar sesuai standar keselamatan.
Di sisi lain, baby carrier bisa digunakan di berbagai tempat seperti rumah, mall, taman, atau saat traveling dengan berjalan kaki. Jadi, penggunaannya lebih fleksibel tergantung aktivitas Anda.
3. Usia dan berat bayi
Kebanyakan car seat memiliki batasan usia dan berat badan tertentu, biasanya bisa digunakan sejak newborn hingga balita dengan kategori khusus seperti infant seat, convertible, dan booster.
Baby carrier juga memiliki batas usia dan berat, tetapi umumnya lebih bergantung pada kenyamanan posisi dan kemampuan menopang tubuh bayi.
Sebagian carrier cocok untuk newborn, tetapi banyak yang baru optimal digunakan saat bayi sudah bisa menegakkan leher.
Berita Terkait
-
Program Mobil Murah Lanjut Sampai 2031, Jadi Jurus Andalan di Tengah Lesunya Pasar Otomotif?
-
Budget Rp 50 Juta? Intip 5 Mobil Matic Bekas dengan Mesin Irit untuk Perkotaan
-
Sedan Bekas Tahun Muda Mulai Rp 70 Juta, Ini 5 Pilihan Irit dan Nyaman untuk Harian
-
Cara Pasang Car Seat di Mobil Non ISOFIX, Bayi Tetap Aman dan Nyaman
-
9 Mobil Keluarga Paling Aman Bawa Bayi, Mulai Rp100 Jutaan, Stroller Muat di Bagasi
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli