Salah satu area yang menjadi fokus utama adalah panti jompo. Dalam laporan The Journal, sebuah lokakarya khusus mengenai dampak pandemi di panti jompo menunjukkan pandangan pribadi para peserta bahwa respons di sektor ini sangat buruk, terutama pada tahap-tahap awal, dengan berbagai masalah yang disoroti.
Isu-isu yang lebih luas mengenai sistem yang "terabaikan" juga disoroti oleh salah satu peserta, termasuk kurangnya penelitian kronis di bidang ini, tidak adanya kerangka kebijakan nasional yang koheren, dan pendanaan yang tidak memadai, yang semuanya menuntut investasi signifikan.
"Sistem panti jompo mengalami masalah kompleks terkait hak asasi manusia, yang tidak mudah untuk diselesaikan," ujar salah satu peserta lokakarya, dari laporan terkait.
Kekurangan staf secara keseluruhan juga disorot sebagai masalah, dengan kondisi dan persyaratan kerja yang menjadi faktor penyebab. Fakta bahwa daftar tunggu untuk layanan perawatan di rumah dan kembalinya proporsi orang di panti jompo ke tingkat pra-COVID menunjukkan kurangnya sumber daya dan opsi perawatan yang lebih luas.
Kekhawatiran lain muncul mengenai tren kepemilikan panti jompo yang beralih ke perusahaan ekuitas swasta, dengan kekhawatiran tentang kurangnya data dan dampaknya pada pengawasan.
Sebagai bagian dari pembaruan terbarunya, penyelidikan tersebut mengonfirmasi bahwa 18 departemen pemerintah dan HSE telah menyerahkan total 500 dokumen, yang terdiri dari sekitar 4.850 halaman "konten terperinci".
Dokumen-dokumen tersebut menggambarkan respons "komprehensif dan multifaset" yang memerlukan pengenalan cepat langkah-langkah legislatif, regulasi, keuangan, dan operasional. Dokumen-dokumen ini menunjukkan bagaimana pandemi secara mendalam memengaruhi individu, keluarga, dan masyarakat luas.
Selain itu, mereka juga menyoroti bagaimana pemerintah menanggapi pandemi, cara identifikasi masalah, pengambilan keputusan, dan faktor-faktor yang memengaruhi keputusan tersebut.
Desclaimer: Jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala depresi atau gangguan jiwa yang parah, segera cari bantuan profesional. Informasi yang ada di sini tidak ditujukan untuk menggantikan nasihat dari tenaga profesional yang telah terlatih. Diagnosis yang akurat dan rencana perawatan yang efektif hanya dapat diberikan oleh ahli yang berwenang.
Baca Juga: Pulang dari Mekkah, Jemaah Haji Diminta Waspada dengan Gejala Covid-19
Hotline Darurat dan Pusat Bantuan
Berikut adalah beberapa sumber daya yang dapat Anda hubungi untuk mendapatkan dukungan segera:
Layanan Kesehatan Jiwa (Kemenkes):
Hotline Sehat Jiwa: 119 ext. 8
Website: https://sehatjiwa.kemkes.go.id
NGO dan Layanan Konseling:
Into The Light: Menyediakan layanan konseling profesional. Informasi kontak dapat ditemukan di situs web mereka.
Puskesmas atau RSUD terdekat: Kunjungi bagian pelayanan kesehatan jiwa untuk konsultasi.
Berita Terkait
-
Belajar dari Kisah Ibunda Reza Gladys: Kenali 8 Gejala Depresi Berat yang Tak Boleh Diabaikan
-
Terjawab Sudah, Ini Alasan Reza Gladys Sempat Jawab 'Nggak Tahu' Soal Sosok Ibunya
-
Krisjiana Saksi Ibu Reza Gladys Alami Gangguan Jiwa: Sampai Telanjang ke Luar Rumah
-
Tersangka Korupsi Masker Covid-19, Eks Wabup Sumbawa Bakal Ditahan Polisi Hari Ini?
-
Palu Banding Lebih Berat: Vonis Koruptor APD Kemenkes Budi Sylvana Naik Jadi 4 Tahun Penjara
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
-
Kompak Turun: Ini Harga BBM di Pertamina hingga Shell
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
Terkini
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak
-
Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh
-
Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma
-
Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini