Suara.com - Pernah nggak sih, kamu merasa sudah minum obat flu, istirahat cukup, tapi hidung masih mampet parah dan sakit kepala nggak hilang-hilang sampai lebih dari seminggu?
Kamu mungkin berpikir, bahwa ini flu berbeda. Eits, jangan-jangan yang kamu alami bukan sekadar flu biasa, tapi sinusitis.
Banyak dari kita yang sering salah kaprah dan menganggap remeh kondisi ini.
Padahal, jika dibiarkan, sinusitis bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Biar nggak salah lagi, yuk kita bedah tuntas apa itu sinusitis, gejalanya, dan kapan kamu harus curiga kalau flu-mu sebenarnya adalah sinusitis.
Menurut dr. Guntur Bayu Bima Pratama Spesialis THT dari Eka Hospital Depok.
Sederhananya, kata dokter berusia 34 tahun ini, sinusitis adalah peradangan atau pembengkakan pada dinding sinus.
"Sinus adalah rongga kecil berisi udara yang terletak di struktur tulang wajah, seperti di sekitar hidung, mata, dan dahi," jelas dr. Guntur ditemui di Kota Bogor, Jumat 29 Agustus 2025.
Saat sinus meradang, kata dokter alumni dari Universitas Sriwijaya (UNSRI) Palembang lendir tidak bisa keluar dengan normal dan menumpuk.
Baca Juga: 5 Fakta Dokter THT Lulusan UI dan Singapura Tinggal di Kolong Jembatan Demak, Kehilangan Anak-Istri!
Nah, penumpukan inilah yang menyebabkan hidung tersumbat parah, nyeri di wajah, sampai sakit kepala yang bikin kamu susah fokus.
Tanda Khas Sinusitis yang Sering Disamarkan Jadi Flu
Ini bagian terpenting. Flu biasa dan sinusitis memang punya gejala awal yang mirip, seperti hidung tersumbat atau berair. Tapi, ada beberapa gejala khas sinusitis yang harus kamu waspadai:
Nyeri Spesifik di Wajah
Bukan cuma pusing biasa, penderita sinusitis merasakan nyeri atau tekanan di area spesifik seperti dahi (di antara alis), pipi (di bawah mata), dan di sekitar hidung.
Coba tekan-tekan pelan area tersebut, kalau terasa nyeri, bisa jadi itu sinusmu yang meradang.
Lendir Berwarna Kuning atau Hijau
Lendir dari flu biasa umumnya bening atau putih. Tapi pada sinusitis, lendir yang keluar dari hidung atau yang turun ke tenggorokan seringkali kental dan berwarna kuning kehijauan.
Indra Penciuman Menurun
Merasa makanan jadi hambar dan susah mencium bau parfum? Ini adalah salah satu gejala khas sinusitis karena peradangan mengganggu saraf penciuman.
Sakit Kepala yang Memburuk Saat Menunduk
Coba tundukkan kepala ke depan. Jika sakit kepalamu terasa makin menjadi-jadi, ini adalah indikator kuat adanya tekanan di rongga sinus.
Gejala yang Bertahan Lebih dari 10 Hari:
Nah, ini pembeda utamanya. Flu biasa umumnya membaik dalam 7-10 hari. Jika gejala "flu" kamu tidak membaik atau bahkan memburuk setelah 10 hari, kemungkinan besar itu adalah sinusitis akut.
Kenapa Kamu Bisa Kena Sinusitis?
Menurut dr. Guntur, ada beberapa pemicu yang bisa bikin sinus kamu meradang. Penyebabnya bisa jadi lebih dekat dengan keseharianmu daripada yang kamu duga.
1. Sisa Infeksi Flu: Ini yang paling sering. Virus atau bakteri dari pilek bisa menyebar ke rongga sinus dan menyebabkan infeksi sekunder.
2. Alergi: Punya alergi debu, serbuk sari, atau bulu hewan? Peradangan akibat alergi bisa menyumbat saluran sinus.
3. Masalah Struktural Hidung: Kondisi seperti tulang hidung bengkok (deviasi septum) atau adanya polip bisa menghalangi aliran lendir.
4. Gaya Hidup dan Lingkungan: Paparan polusi udara, asap rokok, atau udara yang terlalu kering bisa menjadi iritan yang memicu sinusitis.
Kapan Harus Segera ke Dokter THT?
Kamu bisa mencoba penanganan mandiri di rumah seperti menghirup uap hangat atau kompres air hangat di wajah.
Tapi, jangan tunda untuk konsultasi ke dokter THT jika mengalami hal-hal berikut:
Gejala berlangsung lebih dari 10 hari tanpa perbaikan.
Nyeri wajah atau sakit kepala sudah sangat parah dan mengganggu aktivitas.
Disertai demam tinggi.
Sinusitis sering kambuh beberapa kali dalam setahun (bisa jadi ini sinusitis kronis).
Penanganan yang tepat dari dokter bisa mencegah sinusitis menjadi kronis dan mengganggu kualitas hidupmu. Jadi, jangan sepelekan lagi ya, gejala flu yang tak kunjung usai!
Tag
Berita Terkait
-
5 Fakta Dokter THT Lulusan UI dan Singapura Tinggal di Kolong Jembatan Demak, Kehilangan Anak-Istri!
-
Kisah Pilu Dokter THT Lulusan UI dan Singapura Tinggal di Kolong Jembatan Demak
-
Ahli THT UI: Ketulian Akibat Sound Horeg Itu Tidak Terlihat!
-
Cerita Ricky Harun Dirawat di Rumah Sakit Gara-Gara Sinusitis
-
Diungkap Dokter Tompi, Hidung yang Bermasalah Punya Efek Domino ke Tubuh
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Apa itu Whip Pink? Tabung Whipped Cream yang Disebut 'Laughing Gas' Jika Disalahgunakan
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Punya Layanan Bedah Robotik Bertaraf Internasional
-
Hari Gizi Nasional: Mengingat Kembali Fondasi Kecil untuk Masa Depan Anak
-
Cara Kerja Gas Tawa (Nitrous Oxide) yang Ada Pada Whip Pink
-
Ibu Tenang, ASI Lancar: Kunci Menyusui Nyaman Sejak Hari Pertama
-
Kisah Desa Cibatok 1 Turunkan Stunting hingga 2,46%, Ibu Kurang Energi Bisa Lahirkan Bayi Normal
-
Waspada Penurunan Kognitif! Kenali Neumentix, 'Nootropik Alami' yang Dukung Memori Anda
-
Lompatan Layanan Kanker, Radioterapi Presisi Terbaru Hadir di Asia Tenggara
-
Fokus Turunkan Stunting, PERSAGI Dorong Edukasi Anak Sekolah tentang Pola Makan Bergizi
-
Bukan Mistis, Ini Rahasia di Balik Kejang Epilepsi: Gangguan Listrik Otak yang Sering Terabaikan
-
Ramadan dan Tubuh yang Beradaptasi: Mengapa Keluhan Kesehatan Selalu Datang di Awal Puasa?