- IDAI mengadakan *Media Briefing* menyoroti dampak bencana hidrologi Sumatera Barat terhadap anak rentan dan krisis air bersih.
- Hingga 28 November 2025, empat anak dilaporkan meninggal akibat bencana yang melanda 14 kabupaten/kota tersebut.
- IDAI menangani peningkatan kasus ISPA dan diare pada pengungsi, serta menyediakan MPASI dan penanganan trauma psikologis.
Suara.com - Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menggelar Media Briefing bertajuk “Tanggap Darurat Bencana” untuk merespons bencana hidrologi yang melanda Sumatera Barat. Dalam laporannya, IDAI menyoroti dampak serius bencana terhadap kelompok rentan, khususnya anak-anak, serta krisis air bersih yang meluas.
Ketua IDAI Cabang Sumatera Barat, Dr. Asrawati, M. Biomed, Sp.A, Subsp.T.K.P.S(K), FISQua, menyampaikan bahwa hingga 28 November 2025 tercatat empat anak menjadi korban jiwa akibat bencana ini.
“Dari data yang kami kumpulkan, korban anak terakhir tercatat 4 orang, dengan rincian 2 dari Padang, 1 dari Pasaman Barat, dan 1 belum teridentifikasi,” jelas Dr. Asrawati, Senin (1/12/2025).
Gubernur Sumatera Barat telah menetapkan masa tanggap darurat bencana hidrologi mulai 25 November hingga 8 Desember 2025. Bencana ini berdampak hampir di seluruh wilayah, mencakup 14 kabupaten/kota, dengan lokasi terdampak terberat di Kota Padang, Kota Solok, Kabupaten Solok, Padang Pariaman, Kota Pariaman, dan Kabupaten Agam. Kabupaten Pasaman sempat terisolasi akibat putusnya akses dari Padang Pariaman.
Kasus Kesehatan Anak Meningkat
Tim Satgas Bencana IDAI Sumatera Barat menemukan peningkatan kasus penyakit pada anak-anak di pengungsian, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), diare, dan penyakit kulit. Di Kota Padang, kerusakan mesin PDAM menyebabkan pasokan air mati total, sehingga distribusi air hanya difokuskan ke rumah sakit. IDAI turut membantu penyediaan air bersih bagi warga terdampak dan pemerintah.
Selain itu, IDAI menyediakan dapur umum untuk Makanan Pendamping ASI (MPASI) guna memastikan bayi tetap menerima nutrisi memadai. Penanganan trauma anak juga menjadi prioritas, termasuk kegiatan bermain untuk meringankan dampak psikologis.
“Kami bermain dengan anak-anak supaya mereka ceria. Trauma ini harus diatasi karena berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan di masa depan,” ungkap Dr. Asrawati.
Di Kabupaten Agam, situasinya lebih memprihatinkan. Korban tewas dilaporkan mencapai 80 orang, dengan banyak korban lain belum ditemukan. Akses menuju wilayah terisolir di Lubuk Basung baru mulai terbuka, dan IDAI berencana mengirim tim ke lokasi pada Rabu mendatang karena kebutuhan mendesak.
Baca Juga: Misteri Kayu Gelondongan Hanyut saat Banjir Sumatera, Mendagri Tito Siapkan Investigasi
Di pengungsian, jumlah anak yang terdampak cukup besar. Contohnya, SD Lambeh menampung 200 pengungsi, 70 di antaranya anak-anak, dan Musholla Tabu menampung 212 jiwa, 63 di antaranya anak-anak. Titik-titik ini sangat rawan masalah kesehatan.
Sementara itu, di Kabupaten Solok, distribusi bantuan spesifik untuk anak masih terkendala karena akses jalan terbatas. Kebutuhan mendesak meliputi air bersih, sembako, dan pakaian.
“Kami siap menyediakan air bersih, tetapi kendala utama adalah pengangkutan ke lokasi karena akses jalan terputus,” ujar Dr. Asrawati.
Tim Satgas Bencana IDAI terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Sumatera Barat untuk menyalurkan bantuan obat-obatan, logistik, dan tenaga medis ke titik-titik bencana yang sulit dijangkau.
Reporter: Safelia Putri
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Update Muktamar NU 2026: Jadwal, Lokasi, dan Teka-teki Calon Ketua Umum
-
KontraS Ungkap Sejumlah Kejanggalan Kasus Andrie Yunus, Soroti Dugaan Impunitas
-
Hotel Burj Al Arab Dubai Tutup Total Selama 18 Bulan, Dampak Serangan Drone Iran
-
Mengapa Donald Trump Unggah Foto Dirinya Mirip Yesus?
-
Iran Sebar Video AI Yesus Pukul Kepala Donald Trump Sampai Jatuh ke 'Neraka'
-
8 Fakta Serangan Donald Trump ke Paus Leo XIV yang Tak Henti-Henti
-
Berani! Anggota DPR Polandia Pamer Bendera Israel Bergambar Nazi di Sidang Parlemen
-
Menaker Dorong Balai K3 Perkuat Pencegahan, Tekan Angka Kecelakaan Kerja
-
Dalih Akses Sulit, Pasukan Oranye di Matraman Sapu Sampah ke Sungai: Langsung Kena SP1
-
Bela Donald Trump, Ketua DPR AS Sebut Paus Leo XIV Harusnya Siap Dikomentari