- Epilepsi adalah gangguan medis sistem saraf akibat lonjakan listrik otak, bukan penyakit menular atau gangguan kejiwaan.
- Gejala epilepsi bervariasi, tidak selalu kejang hebat, bisa berupa tatapan kosong atau gerakan kecil tanpa disadari.
- Penanganan epilepsi yang tepat memungkinkan penderita menjaga kualitas hidup melalui obat serta pendampingan medis jangka panjang.
Pertolongan Pertama Saat Kejang Epilepsi Terjadi
Ketika menyaksikan seseorang mengalami kejang epilepsi, hal terpenting adalah tetap tenang. Penanganan awal yang tepat dapat membantu mencegah cedera tambahan.
Beberapa langkah yang dianjurkan:
- Posisikan pasien miring ke samping untuk menjaga jalan napas
- Singkirkan benda keras atau tajam di sekitar pasien
- Longgarkan pakaian di area leher
- Catat durasi kejang bila memungkinkan
Sementara itu, ada pula hal yang tidak boleh dilakukan, seperti memasukkan benda ke dalam mulut pasien atau menahan gerakan kejang secara paksa. Setelah kejang berhenti, biarkan pasien beristirahat hingga kesadaran pulih sepenuhnya.
Epilepsi Tidak Harus Merampas Kualitas Hidup
Bagi penderita, kejang mungkin merampas kendali tubuh selama beberapa menit. Namun dengan penanganan yang tepat, epilepsi tidak seharusnya merampas martabat dan kualitas hidup seseorang.
Penanganan epilepsi bukan hanya soal pemberian obat anti-kejang, tetapi juga pendampingan medis jangka panjang agar pasien dapat kembali menjalani hidup secara mandiri dan produktif.
Hal ini ditegaskan oleh dr. Pitono, Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong.
“Bethsaida Hospital Gading Serpong, di bawah naungan Bethsaida Healthcare, didukung oleh Klinik Saraf dan Bedah Saraf dengan dokter-dokter berpengalaman, fasilitas diagnostik yang lengkap, serta pendekatan multidisiplin untuk memastikan setiap pasien epilepsi mendapatkan penanganan yang tepat, aman, dan berorientasi pada kualitas hidup,” ungkapnya.
Baca Juga: Anatomy of Curiosity: Saat Kemalangan Orang Lain Menjadi Kepuasan Otak Kita
Epilepsi bukan kondisi yang harus ditakuti, namun juga tidak boleh diabaikan. Dengan pemahaman yang benar, penanganan pertama yang tepat, serta pendampingan oleh dokter spesialis yang berpengalaman, epilepsi dapat dikelola dengan baik.
Berita Terkait
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
- Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
Pilihan
-
Harga Minyak Mulai Turun Usai Beredar Kabar G7 Lepas Cadangan 400 Juta Barel
-
Rusia Kasih Data Aset Militer AS ke Iran untuk Dihancurkan, Termasuk Lokasi Kapal dan Jet Tempur
-
Kejagung Geledah Rumah dan Kantor Komisioner Ombudsman, Diduga Terkait Kasus CPO
-
Siapa Dua Pimpinan DPRD Sumsel yang Rumdinnya Direncanakan Punya Meja Biliar Ratusan Juta?
-
Tragedi Longsor TPST Bantar Gebang: 3 Tewas Tertimbun, Polisi Duga Masih Ada Korban Lain
Terkini
-
Vaksin Campak Apakah Gratis? Ini Ketentuannya
-
Tak Hanya Puasa, Kemenkes RI Sarankan Kurangi Garam, Gula, dan Lemak saat Ramadan
-
Gaya Hidup Sehat dan Aktif Makin Jadi Pilihan Masyarakat Modern Indonesia
-
Empati Sejak Dini, Ramadan Jadi Momen Orang Tua Tanamkan Nilai Kebaikan pada Anak
-
Stop Target Besar! Rahasia Konsisten Hidup Sehat Ternyata Cuma Dimulai dari Kebiasaan Kecil
-
Bibir Sumbing pada Bayi: Penyebab, Waktu Operasi, dan Cara Perawatannya
-
5 Rekomendasi Susu Kambing Etawa untuk Jaga Kesehatan Tulang dan Peradangan pada Sendi
-
Mencetak Ahli Gizi Adaptif: Kunci Menghadapi Tantangan Malnutrisi di Era Digital
-
Tips Memilih Klinik Tulang Terpercaya untuk Terapi Skoliosis Non-Operasi
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara