Health / Parenting
Kamis, 05 Februari 2026 | 22:27 WIB
Ilustrasi bayi gumoh.(Pexels/Lisa from Pexels)
Baca 10 detik
  • Diskusi kesehatan di RS Premier Bintaro pada 4 Februari 2026 menyoroti pembedaan regurgitasi normal (GER) dan penyakit GERD pada bayi.
  • Regurgitasi atau gumoh umum terjadi pada 30 persen bayi di enam bulan pertama dan umumnya membaik tanpa penanganan medis.
  • Orang tua perlu waspada jika gumoh disertai tanda bahaya seperti berat badan tidak naik atau menolak menyusu.

Penanganan Awal Tanpa Obat

Kabar yang melegakan, sebagian besar kasus regurgitasi dan GER cukup ditangani dengan cara sederhana tanpa obat, seperti:

  • Tetap memberikan ASI
  • Menghindari overfeeding (memberi susu berlebihan)
  • Menyendawakan bayi setelah menyusu
  • Mengatur posisi bayi tetap tegak beberapa saat setelah minum
  • Menggunakan susu formula yang ditebalkan bila diperlukan (atas saran dokter)

Obat-obatan bukan terapi utama, dan hanya diberikan jika benar-benar terdiagnosis GERD.

Edukasi Orang Tua Itu Kunci

Dalam sambutannya, dr. Relia Sari, MARS, CEO RS Premier Bintaro, menegaskan pentingnya edukasi kesehatan berbasis bukti ilmiah bagi orang tua.

Menurutnya, informasi yang tepat bisa mencegah kepanikan berlebihan sekaligus membantu orang tua mengenali kapan harus mencari pertolongan medis.

Karena pada akhirnya, tidak semua gumoh adalah tanda bahaya. Tapi mengetahui mana yang normal dan mana yang perlu diperiksa bisa membuat orang tua jauh lebih tenang dalam mendampingi tumbuh kembang si kecil.

Load More